
Ilustrasi pindar. (Pinterest)
JawaPos.com — Mengatasi masalah Penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI/pindar) yang gagal menjalankan fungsi intermediasi atau memasuki tahap pencabutan izin usaha, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) resmi membentuk satuan kerja khusus bernama Tim Pengelolaan Administratif dan Portofolio Pendanaan LPBBTI.
Langkah ini disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan proses penagihan kepada borrower serta fungsi administrasi portofolio yang masih berjalan tetap dapat ditindaklanjuti. Mengingat karakteristik industri peer-to-peer lending merupakan pasar dua sisi (two-sided market), kondisi kemacetan pada sisi borrower berdampak langsung terhadap hak para pemberi dana (lender).
Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar dalam keteragan tertulisnya menegaskan bahwa satuan kerja ini bertugas membantu kelangsungan penanganan portofolio sekaligus menjadi saluran komunikasi resmi bagi para lender.
“Tim Pengelolaan Administratif dan Portofolio Pendanaan LPBBTI dibentuk untuk membantu memastikan penanganan atas portofolio yang masih berjalan dapat terus dilakukan sekaligus menjadi titik komunikasi bagi lender selama proses tersebut," kata Entjik.
Tim ini tidak memberikan jaminan atas tingkat pemulihan atau recovery rate tertentu. Setiap portofolio akan ditangani berdasarkan kondisi masing-masing dengan mengupayakan secara optimal langkah-langkah penagihan yang masih dapat dilakukan,” jelasnya.
Entjik menambahkan bahwa bantuan ini hanya diberikan kepada platform yang memenuhi syarat tertentu, yakni tidak memiliki indikasi atau temuan penyimpangan operasional yang berimplikasi hukum.
Untuk memimpin satuan kerja independen ini, AFPI menunjuk Ronald T. Andi Kasim. Tim profesional ini akan menjalankan penugasan secara berkala dan menyampaikan laporannya langsung kepada AFPI untuk diteruskan ke OJK.
Ronald menyampaikan bahwa fokus awal timnya adalah menangani platform berkendala yang direkomendasikan regulator demi memberikan kepastian informasi bagi lender.
"Pada tahap awal, fokus kami adalah membantu memastikan penanganan sejumlah portofolio di platform yang terbukti tak bisa melanjutkan fungsi intermediasinya secara terstruktur serta memberikan kanal komunikasi yang jelas bagi lender," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022