Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 23.22 WIB

Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Haji Invalid, ini Respons Pelaku Travel

Direktur Jannah Firdaus Tour dan Travel Rahmat Syam menemui wartawan wartawan usai acara Manasik Haji Bersama 1.000 jemaah sekaligus Milad ke-23 Jannah Firdaus di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10). (Dimas Choirul/JawaPos.com).  - Image

Direktur Jannah Firdaus Tour dan Travel Rahmat Syam menemui wartawan wartawan usai acara Manasik Haji Bersama 1.000 jemaah sekaligus Milad ke-23 Jannah Firdaus di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10). (Dimas Choirul/JawaPos.com). 

JawaPos.com — Temuan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terkait sekitar 400 ribu data tidak valid dari 5,7 juta data jamaah haji yang telah divalidasi dinilai bisa memangkas masa tunggu haji.

"Artinya kuotanya akan lebih cepat lagi. Kemarin sudah disampaikan mungkin Kemenhaj sudah menyampaikan 14 tahun untuk yang haji reguler. Ya, kemungkinan ya. Dan haji khusus kemungkinan juga akan lebih maju," kata Direktur Jannah Firdaus Tour dan Travel Rahmat Syam kepada wartawan kepada wartawan usai acara Manasik Haji Bersama 1.000 jemaah sekaligus Milad ke-23 Jannah Firdaus di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10).

Dia menegaskan, pelaku usaha di sektor haji dan umrah akan mengikuti ketentuan pemerintah, termasuk regulasi yang ditetapkan Kemenhaj.

"Jadi kita ikutin, sebagai pelaku usaha di bidang haji dan umrah, tentunya kita mengikuti aturan dari kementerian haji regulasi di Indonesia," kata Rahmat.

Terkait kemungkinan adanya data tidak valid dalam daftar jamaah haji, menuru Rahmay memang dapat terjadi. Namun, dia tidak ingin mengomentari lebih jauh karena persoalan tersebut menjadi ranah Kemenhaj.

"Tapi memang kemungkinan ada yang seperti itu," kata Rahmat.

Menurut dia, sebagai pelaku industri perjalanan haji dan umrah, pihaknya tetap menjalankan layanan berdasarkan kuota dan perizinan resmi yang ditetapkan pemerintah.

"Artinya haji juga yang resmi, dan kemudian kita juga punya izin umrah yang resmi. Jadi kami tetap memberikan yang terbaik untuk seluruh jemaah umrah dan haji," ujarnya.

Sebelumnya, Kemenhaj melaporkan perkembangan terbaru mengenai pelaksanaan haji saat Rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9) lalu.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore