
ILUSTRASI
Konten sebagai teks menyertakan konteks, yakni aspek-aspek yang melingkungi teks diproduksi. Setidaknya, terdapat empat aspek dalam konteks konten, yakni pemroduksi, konten, pengonsumsi, dan peristiwa bahasa yang melatari ketiga aspek sebelumnya. Melalui pembingkaian konteks ini, teks akan mengacu pada makna subjektif pemroduksi konten, makna objektif konten, dan makna relatif pengonsumsi konten.
Karenanya, dalam situasi lalu lintas konten, resepsi konten mensyaratkan adanya ketiga potensi makna yang terbicarakan di atas. Kebenaran sebuah isi konten, atau setidaknya kebermaknaan sebuah konten, bergantung pada bagaimana kita memosisikan konten dalam beragam konteks yang menyertainya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa karakter konten memendam multivalensi dan menolak tafsir tunggal dan ajek.
Dalam situasi pemerolehan bahasa, pengetahuan, atau informasi seperti inilah kita membangun pemahaman atas diri dan lingkungan. Keberlimpahan informasi, gejala post-truth, dan efektivitas internet dalam mereplikasi konten telah menyediakan jalan agar kita dapat membangun identitas pribadi dan bersama dalam berinteraksi dan berkomunikasi.
Gambaran ini mengisyaratkan bahwa kita sedang berada dalam bonus informasi melalui replikasi konten. Hal ini sejalan dengan ancangan pemerintah dalam kependudukan. Indonesia diprediksi mengalami bonus pertambahan penduduk usia produktif sekira 70 persen dari perkiraan 300 juta penduduk Indonesia pada dekade 2040-an. Singkatnya, ledakan konten sebagai sumber pengetahuan yang diproduksi dan dikonsumsi para pengguna internet telah menciptakan bonus demografi yang terdukung bonus tekstografi.
Penutup
Ada hal sepele yang mungkin abai dari amatan kita. Replikasi konten yang terdukung bonus tekstografi telah mewajarkan perilaku pengguna internet untuk mengunggah konten, mengunggah ulang konten, dan me-rekreasi konten sedemikian. Selain itu, kodifikasi masif pancingan klik yang melampaui tujuan utamanya untuk menarik perhatian tak jarang dipakai dengan narasi semenarik mungkin tanpa mengindahkan kesesuaian dengan isi konten.
Perilaku unggah dan unggah ulang konten, termasuk konten meme, dapat dilakukan dengan atau tanpa meminta izin pemroduksinya. Apalagi, unggah dan unggah ulang konten juga berhubungan dengan apresiasi yang didapat manakala konten mendapat perhatian lebih dari warganet. Dengan ini, kita dapat menganggap bahwa konten bukan sekadar informasi digital, melainkan juga investasi kapital. Bahkan, dengan apresiasi tersebut, kreator konten diakui sebagai profesi yang menjanjikan untuk meraup pendapatan besar.
Pasalnya, pewajaran unggah dan unggah ulang konten dapat memosisikan warganet memiliki kecenderungan untuk mengambil sebagian atau seluruh isi konten, me-rekreasi konten dengan menambah atau menguranginya, dan membuat konten baru dengan bahan baku dari konten yang sudah ada tanpa berhubungan dengan sumber peristiwanya.
Baca Juga: Senja di Batavia
Dalam hal ini, warganet telah terarus ke dalam distribusi konten yang masif, luas, dan cepat tanpa memperhatikan hak atas kekayaan intelektual. Dalam hal ini pula, untuk gejala ini kita dapat mengatakannya sebagai kecenderungan warganet untuk memenuhi maunya industri informasi digital demi kapital. Persisnya, kita diam-diam menjadi seorang kleptoteks. (*)
---
NIZAR MACHYUZAAR, Penulis adalah penyair dan esais

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
7 Kuliner Cwie Mie Terenak di Malang, Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
Jadwal Piala AFF U-17 Timnas Indonesia U-17 vs Timor Leste, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad Garuda Muda
Bupati Gresik Gus Yani Buka Suara soal Kasus SK ASN Palsu, Korban Rugi hingga Rp 150 Juta
Kasus Penipuan ASN di Gresik Menghadirkan Fakta Baru, Pegawai DPMD Mengaku Jadi Korban
Kronologi Kasus Pelecehan Seksual FH UI, 16 Mahasiswa Terduga Pelaku Disidang Terbuka
Tak Perlu ke Jogja, 12 Tempat Kuliner Gudeg Ini Ada di Malang yang Juga Istimewa dan Rasanya Juara
Momen Terduga Pelaku Pelecehan di FH UI yang juga Anak Polisi Dikonfrontasi Mahasiswa
12 Pilihan Restoran Terenak di Malang untuk Keluarga dengan Suasana Adem dan Punya Spot Instagramable
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
