
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan jajaran saat meresmikan KRI Brawijaya di Italia pada Rabu (2/7). (TNI AL)
JawaPos.com - Komando Armada (Koarmada) Republik Indonesia memastikan bahwa pelayaran KRI Brawijaya-320 dari Italia sudah dimulai pada Selasa (29/7). Kapal perang baru milik TNI AL itu berlayar dari La Spezia di Italia menuju Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Panglima Koarmada Republik Indonesia Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyampaikan bahwa KRI Brawijaya-320 sudah 100 persen siap melakukan pelayaran dari galangan kapal di Italia menuju markas di Surabaya. Sesuai kebijakan TNI AL, kapal perang itu memperkuat Koarmada II.
”KRI Brawijaya-320 mulai berlayar menuju Indonesia dari La Spezia Italia mulai tanggal 29 Juli 2025. Tentunya kesiapan KRI tersebut sudah 100 persen, baik dari aspek material maupun personel pengawak kapal tersebut,” ungkap Denih saat dikonfirmasi oleh awak media di Jakarta.
Berdasar jadwal pelayaran yang sudah disusun, KRI Brawijaya-320 bakal tiba di Indonesia pada awal September nanti. Sebelum merapat ke markas mereka di Surabaya, kapal perang tersebut akan singgah di Jakarta pada 4 September mendatang.
”KRI Brawijaya-320 akan tiba di Tanah Air masuk dan singgah ke Jakarta pada tanggal 4 September 2025 dan akan meneruskan perjalanannya menuju Koarmada II Surabaya pada 9 September 2025,” kata Denih.
Bila tidak ada perubahan jadwal, kapal tersebut sudah berada di markas Koarmada II di Surabaya pada 10 September. KRI Brawijaya-320 diresmikan secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Italia pada Rabu (2/7).
Kapal perang tersebut memiliki panjang 143 meter, mampu berlayar dengan kecepatan maksimal 32 knot, dan bisa membawa 171 awak atau kru. Oleh TNI AL, kapal tersebut akan diandalkan sebagai kapal fregat dengan kemampuan khusus peperangan anti serangan udara atau anti air warfare (AAW).
Selain itu, KRI Brawijaya-320 juga dilengkapi sistem navigasi modern dan combat system yang terintegrasi. Combat system itu mencakup kontrol combat management system (CMS), sensor, senjata, komunikasi, dan navigasi sistem yang terhubung melalui jaringan kecepatan data tinggi.
”Kapal perang ini sangat tepat dimiliki oleh Indonesia yang memiliki wilayah laut yang sangat luas,” ungkap Laksamana Ali.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
