
Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Purmanto memberikan pengarahan kepada prajurit TNI yang mengikuti tes seleksi Bintara TNI-AD di Gedung KNPI Korem 011/Lilawangsa.
JawaPos.com - TNI AD memutuskan mengubah syarat penerimaan tamtama dan bintara. Diantaranya perubahan batas usia serta tinggi badan. Mulai penerimaan tahun ini, calon tamtama dan bintara Angkatan Darat bisa mengikuti syarat-syarat terbaru yang sudah ditetapkan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) menyampaikan bahwa perubahan persyaratan dalam rekrutmen tamtama dan bintara Angkatan Darat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan. Termasuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada generasi muda yang ingin mengabdi melalui TNI AD.
”Untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada para pemuda terbaik Indonesia yang ingin bergabung dengan TNI AD. Ada banyak calon yang sebenarnya memenuhi syarat lain, namun misalnya terkendala hanya di faktor tinggi badan,” ungkap Wahyu saat dikonfirmasi pada Senin (22/9).
Dalam salah satu unggahan pada akun media sosial resmi kodam, disebutkan bahwa syarat tinggi badan yang semula minimal 163 sentimeter, kini berubah menjadi 158 sentimeter. Angkatan Darat berharap, penyesuaian tersebut dapat mewujudkan rekrutmen personel yang lebih baik.
”Dengan penyesuaian ini, TNI AD berharap bisa menjaring lebih banyak calon prajurit yang berkualitas dan punya potensi untuk memajukan Angkatan Darat,” kata Wahyu.
Selain itu, jenderal bintang satu TNI AD tersebut menyampaikan bahwa batas usia dalam rekrutmen yang semula maksimal 22 tahun kini diubah menjadi maksimal 24 tahun. Menurut dia, itu sesuai dengan aturan baru masa dinas tamtama dan bintara yang kini menjadi 53 tahun dan 55 tahun.
”Dengan demikian, peluang bagi pemuda yang sudah melewati usia 22 tahun, namun masih memiliki kemampuan dan motivasi, tetap terbuka untuk mengabdi melalui jalur rekrutmen TNI AD,” jelasnya.
Wahyu pun menambahkan bahwa pengumuman perubahan syarat dalam rekrutmen tamtama dan bintara TNI AD menjadi bagian dalam upaya mewujudkan rekrutmen prajurit secara terbuka dan transparan. Hal itu penting untuk mengeliminir kemungkinan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi dalam proses rekrutmen prajurit TNI AD.
”Dengan langkah ini, kami berharap proses rekrutmen akan semakin inklusif dan mampu menghasilkan prajurit-prajurit terbaik yang siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” tegasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
