
Kadispenad Kolonel Infanteri Donny Pramono.
JawaPos.com - Pembentukan Brigade Pembangunan (BTP) dan Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) terus berjalan. Sejauh ini sudah ada 30 BTP dan 155 YTP yang dibangun oleh pemerintah bersama TNI AD. Ratusan brigade dan batalyon baru itu dibangun secara bertahap sesuai dengan rencana yang sudah disusun.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa pembentukan BTP dan YTP di seluruh Indonesia merupakan bagian dari desain besar pembentukan kekuatan di tingkat kabupaten dan kota dengan rencana sekitar 750 satuan yang terdiri atas 593 YTP serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi.
”Seluruhnya akan dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan berbasis kebutuhan wilayah, sesuai perencanaan Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan,” kata Donny saat dihubungi oleh awak media pada Kamis (23/4).
Berkaitan dengan ikhtiar untuk mengejar target tersebut, sampai hari ini satuan-satuan kewilayahan TNI AD secara bertahap menyiapkan lahan dan sarana pendukung pembangunan YTP. Tujuannya agar proses pengembangan batalyon tersebut dapat dilaksanakan secara lebih optimal. Sehingga target pembentukan YTP terpenuhi.
Baca Juga:Serangan Israel Kembali Terjadi di Lebanon Selatan, 5 Orang Tewas Termasuk Seorang Jurnalis
”Untuk efektivitasnya, sejauh ini keberadaan Yon TP yang sudah tergelar telah memberikan kontribusi besar, khususnya dalam mendukung pemerintah daerah,” kata dia.
Salah satu contoh nyata manfaat keberadan YTP tampak dalam penanganan bencana di berbagai daerah Indonesia. termasuk bencana alam yang melanda beberapa daerah di Sumatera. Mulai Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), sampai Aceh.
”Dimana kehadiran satuan-satuan ini secara signifikan mempercepat respons di lapangan, baik untuk evakuasi maupun membantu pemulihan infrastruktur dan wilayah demi menormalisasi kembali kehidupan masyarakat terdampak bencana,” terang dia.
Jenderal bintang satu TNI AD itu pun mengungkapkan bahwa keberadaan YTP sangat bermanfaat dalam urusan ketahanan pangan. Menurut dia, batalyon-batalyon tersebut menjadi pionir yang menggerakkan masyarakat untuk mengolah lahan-lahan ketahanan pangan di berbagai daerah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
