
Ilustrasi – seorang anak sekolah mengkampanyekan “stop bullying” (Pexels).
JawaPos.com – Akhir-akhir ini kita telah melihat banyak sekali aksi perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan sekolah, dan hal ini tentunya menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Sekolah yang seharusnya menjadi tempat menyenangkan dan sarana untuk belajar anak-anak, ternyata menjadi tempat yang sangat mengerikan bagi sebagian anak yang menjadi korban bullying.
Dampak dari bullying memang sangat berbahaya untuk kesehatan mental anak, bahkan kita melihat banyak sekali di antara mereka mengalami depresi, trauma bahkan memiliki keinginan untuk bunuh diri.
Peran guru menjadi sangat penting untuk mengatasi masalah seperti ini, yaitu sebagai mediator atau menjadi pembimbing para siswa dalam berperilaku.
Mengutip dari laman Unicef, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh seorang guru dalam mengatasi masalah bullying ini, di antaranya:
Menanggapi Kejadian dengan Serius
Jika melihat kejadian pembullyan maka segera menanggapi hal tersebut dengan melepaskan atau memisahkan anak-anak dari satu sama lain.
Pastikan agar semua anak tetap aman dan bila perlu minta bantuan kepada guru lainnya.
Jangan menganggap remeh bullying dengan alasan memakluminya karena mereka masih anak-anak.
Justru anak-anak seperti mereka sangat perlu bimbingan orang dewasa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Membantu Korban untuk Membela Dirinya
Tetap tenang dan yakinkan sang anak bahwa itu bukan salahnya. Kamu juga bisa membantu anak yang di-bullying untuk bisa membela dirinya sendiri, namun ingatkan juga untuk tidak melakukan kekerasan.
Sementara untuk pelaku pembullyan, segeralah minta mereka memperbaiki kesalahannya, misalnya meminta maaf kepada anak yang di-bully, melakukan sesuatu yang baik padanya agar dia merasa lebih baik, memperbaiki atau mengganti sesuatu yang mereka hancurkan atau curi, dan lain sebagainya yang dirasa bisa mendamaikan lagi mereka.
Dengarkan Cerita Versi Mereka
Bicaralah dengan korban bullying atau anak yang terlibat dalam situasi ini secara terpisah, dan hindari untuk menyalahkan, mengkritik, atau meneriaki mereka di depan umum atau di depan wajahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022