Ilustrasi kondisi kamar orang yang mengalami hoarding disorder (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kebersihan tempat tinggal adalah aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik, kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari. Ruangan yang bersih membantu mengurangi penumpukan debu, kotoran, dan juga bau yang dapat mengganggu masalah pernapasan atau alergi.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan, kamar atau rumah yang kotor juga kurang enak untuk dipandang. Tempat tinggal yang bersih dan rapi akan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menenangkan, sehingga mendukung kondisi mental yang lebih baik.
Temuan Kasus Viral Belakangan Ini
Akhir-akhir ini ada beberapa kasus di Indonesia yang memiliki pola kesamaan, seperti salah satunya yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dikutip dari Radar Buleleng, warga di Desa Sukoharjo dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria paruh baya berusia 50 tahun dengan inisial YL pada Sabtu (25/10/2025).
Peristiwa ini terjadi di rumah korban, serta jasadnya ditemukan di antara tumpukan sampah kemasan makanan dan barang-barang bekas yang memenuhi hampir seluruh ruangan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa korban mengalami hoarding disorder (gangguan mental) di fase yang berat.
Penjelasan Mengenai Hoarding Disorder
Perilaku malas membersihkan tempat tinggal memanglah kebiasaan buruk, tetapi hal ini berbeda dengan yang dialami oleh penderita hoarding disorder. Jenis gangguan mental ini sebenarnya tidak memengaruhi perilaku sehingga malas untuk membersihkan rumah.
Dikutip dari Alodokter, hoarding disorder adalah kondisi ketika seseorang memiliki kecenderungan menyimpan dan menumpuk berbagai barang. Hal ini dipicu karena mereka merasa benda-benda tersebut akan berguna di masa depan, memiliki nilai emosional, atau memberikan rasa aman tersendiri jika menyimpannya.
Orang dengan gangguan ini biasanya suka mengumpulkan banyak barang, mulai dari yang wajar seperti buku atau komik hingga ke barang yang di luar batas normal seperti sampah sehari-hari. Akibatnya, ruang tempat tinggal mereka menjadi sangat penuh dan sempit karena dipenuhi tumpukan barang.
Penyebab Hoarding Disorder
Penyebab pasti hoarding disorder belum diketahui, tetapi sejumlah faktor dapat meningkatkan risikonya. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki gangguan mental bawaan seperti depresi, skizofrenia, atau OCD.
Risiko juga meningkat bila seseorang tumbuh dalam keluarga yang tidak mengajarkan cara memilah barang, atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat yang sama. Selain itu, pengalaman traumatis seperti ditinggalkan orang terdekat, pernah mengalami kesulitan ekonomi, atau kehilangan harta benda akibat bencana alam turut menjadi pemicu dari gangguan ini.
Upaya Pengobatan Penderita Hoarding Disorder
Hoarding disorder dapat ditangani melalui psikoterapi dan bantuan konsumsi obat. Dalam terapi perilaku kognitif pasien akan dibimbing untuk mengurangi dorongan menimbun serta belajar melepaskan barang-barang yang sudah menumpuk.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
