Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 17.22 WIB

Mayapada Hospital Bandung Hadirkan Solusi Modern untuk Perawatan Luka Kronis

Seremoni peluncuran Wound Care Center Mayapada Hospital Bandung berlangsung Kamis, 25 Juni 2026 diikuti edukasi penanganan luka komprehensif dalam sesi Health Talk bersama tim dokter Mayapada Hospital Bandung. (Istimewa). - Image

Seremoni peluncuran Wound Care Center Mayapada Hospital Bandung berlangsung Kamis, 25 Juni 2026 diikuti edukasi penanganan luka komprehensif dalam sesi Health Talk bersama tim dokter Mayapada Hospital Bandung. (Istimewa).

JawaPos.com – Penanganan luka kronis yang sulit sembuh masih menjadi tantangan kesehatan yang kompleks. Selain meningkatkan risiko infeksi dan kerusakan jaringan, luka kronis juga dapat berujung pada kehilangan fungsi anggota gerak hingga amputasi. 

Kondisi ini menegaskan kebutuhan penanganan luka yang komprehensif dan terintegrasi untuk membantu mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi, mengoptimalkan pemulihan, hingga mempertahankan jaringan dan fungsi anggota gerak secara optimal.

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional, Mayapada Hospital Bandung (MHBD), unit rumah sakit di bawah naungan Mayapada Healthcare, menghadirkan Wound Care Center sebagai layanan modern dan komprehensif untuk berbagai jenis luka, mulai dari luka diabetes, luka pascaoperasi, luka akibat kanker, hingga penanganan bekas luka seperti jaringan parut (keloid), bekas luka menonjol (hipertrofik), dan perubahan warna kulit akibat luka (hiperpigmentasi), serta perawatan luka estetika. 

Layanan ini berfokus pada pencegahan komplikasi dan optimalisasi pemulihan secara fungsional maupun estetika, melalui dukungan tim dokter multidisiplin yang terdiri dari spesialis bedah umum, bedah plastik dan rekonstruksi estetika, bedah toraks kardiak dan vaskular, bedah konsultan vaskular dan endovaskular, jantung dan pembuluh darah, gizi klinik, penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, dan diabetes, serta psikolog dan psikiater.

Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM, mengatakan, “Keberhasilan penanganan luka kronis tidak hanya diukur dari kesembuhan dan tertutupnya luka, tetapi juga pada upaya mempertahankan fungsi organ dan mencegah komplikasi, agar pasien dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan optimal. 

Karena itu, Mayapada Hospital Bandung menghadirkan Wound Care Center sebagai layanan perawatan luka komprehensif berstandar internasional yang mengedepankan konsep modern wound care melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin, alur klinis (clinical pathway) yang terstruktur, serta dukungan fasilitas dan teknologi modern. 

Layanan Wound Care Center di Mayapada Hospital Bandung siap melayani pasien luka kronis untuk konsultasi dan dengan penanganan tim dokter multidisiplin. (Istimewa).

Dengan pendekatan patient-centered care, setiap tahap perawatan dirancang sesuai kondisi klinis, kebutuhan, dan kenyamanan pasien, mulai dari diagnosis, pengendalian faktor penyebab, penanganan luka, rehabilitasi, regenerasi jaringan, hingga pemulihan fungsi dan estetika. Melalui layanan ini, kami membantu mengurangi risiko komplikasi, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung pasien kembali percaya diri dan beraktivitas dengan nyaman.”

“Proses perawatan di Wound Care Center juga didukung oleh Wound Care Educator dari tim perawat yang berperan mendampingi pasien secara berkelanjutan, memastikan perawatan berjalan lebih terarah dan terkoordinasi, serta memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga untuk perawatan luka di rumah guna mencapai hasil klinis yang optimal,” lanjut dr. Irwan.

Kebutuhan penanganan luka yang komprehensif tercermin dari banyaknya masyarakat yang menganggap luka dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga pasien baru datang saat kondisinya sudah kompleks.

Dokter Spesialis Bedah Umum Mayapada Hospital Bandung, dr. Desi Novianti, Sp.B menyampaikan, “Tidak semua luka dapat sembuh dengan sendirinya. Pada pasien diabetes dan komorbid lainnya, luka biasa dapat berkembang menjadi luka kronis yang berisiko memicu infeksi berat, kerusakan jaringan, hingga amputasi. Karena itu, masyarakat harus segera berkonsultasi, jika luka tidak kunjung membaik, bertambah luas, atau menunjukkan tanda infeksi. Penanganan luka perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembersihan dan perawatan luka, pengendalian faktor penyebab, edukasi perawatan mandiri, hingga pemantauan proses pemulihan. Hal ini penting untuk membantu mencegah komplikasi yang lebih berat, risiko luka berulang, termasuk risiko amputasi.”

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore