
Ilustrasi buka puasa bersama/freepik
JawaPos.com - Ajakan buka puasa bersama atau bukber kerap datang dari sejumlah pihak. Mulai dari teman lama, keluarga besar, atau rekan kerja serta relasi.
Momen buka puasa bersama memang sangat menarik karena bukber hanya ada di bulan Ramadhan. Acara buka puasa bersama bisa mendekatkan hubungan dengan sejumlah orang yang mungkin sempat merenggang akibat kesibukan pekerjaan masing-masing.
Namun di sisi lain, terlalu banyak undangan bukber kerap membuat pengeluaran jadi membengkak. Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa kewalahan karena harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk acara bukber.
Meski begitu, menolak ajakan bukber bukan berarti memutus tali silaturahmi. Ada cara-cara yang lebih halus dan bijak agar tetap menjaga hubungan baik tanpa harus menguras dompet.
Berikut 7 cara jitu menolak ajakan bukber yang bisa kamu coba supaya kegiatan ini tidak menguras kantong.
Cara paling sederhana adalah menyampaikan alasan secara jujur. Misalnya mengatakan bahwa kamu sedang mengatur pengeluaran selama bulan Ramadhan untuk persiapan mudik, dll. Teman yang baik biasanya akan memahami kondisi tersebut.
Jika tidak ingin terlalu blak-blakan soal keuangan, kamu bisa menggunakan alasan lain yang tetap realistis. Misalnya sedang memiliki jadwal keluarga, kegiatan ibadah, atau pekerjaan yang belum selesai.
Agar tetap menjaga hubungan baik, kamu bisa menawarkan alternatif bertemu di lain waktu. Misalnya setelah Lebaran atau saat suasana sudah lebih santai.
Jika masih ingin ikut berkumpul, kamu bisa mengusulkan konsep bukber yang lebih sederhana. Misalnya berbuka di rumah salah satu teman atau membawa makanan masing-masing agar lebih hemat.
Tidak semua undangan harus dipenuhi. Pilih beberapa pertemuan yang benar-benar penting, seperti dengan sahabat dekat atau keluarga.
Di bulan Ramadhan, banyak orang memiliki aktivitas tambahan seperti buka puasa di kantor, buka bersama keluarga besar, shalat Tarawih atau Tadarus. Alasan ini cukup kuat untuk menolak ajakan bukber tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
Meski menolak hadir, kamu tetap bisa menunjukkan perhatian. Misalnya dengan mengirim pesan hangat, mendoakan acara dapat berjalan dengan lancar, atau ikut berbincang di grup chat.
Pada akhirnya, tujuan utama bukber adalah untuk mempererat tali silaturahmi, bukan sekadar makan bersama di tempat mahal.
Dengan komunikasi yang baik dan sikap yang sopan, kamu tetap bisa menjaga hubungan pertemanan meski tidak selalu hadir dalam setiap undangan buka bersama.
