
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (Instagram: grandbaiturrahman)
Sejarah masjid ini berakar jauh dari masa kejayaan Kesultanan Aceh. Banyak sumber menyebut masjid pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada awal abad ke-17.
Pada masa itu, Aceh menjadi pusat perdagangan sekaligus pusat penyebaran ilmu keislaman di Asia Tenggara, menjadikan masjid ini tempat berkumpulnya ulama, pedagang, dan masyarakat dari berbagai wilayah.
Namun perjalanan sejarah tidak selalu berjalan tenang. Pada tahun 1873, ketika pecah Perang Aceh, pasukan kolonial Belanda menyerang Banda Aceh dan membakar masjid yang menjadi kebanggaan rakyat tersebut. Peristiwa itu meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Aceh karena masjid bukan hanya bangunan, tetapi juga lambang identitas dan spiritualitas mereka.
Beberapa tahun kemudian, pemerintah kolonial Belanda membangun kembali masjid tersebut sebagai upaya meredakan kemarahan rakyat. Bangunan baru itu selesai pada 1881 dengan arsitektur bergaya Mughal yang terinspirasi dari India.
Meski awalnya sempat ditolak karena dibangun oleh penjajah, lambat laun masyarakat Aceh menerima kembali masjid tersebut sebagai tempat ibadah utama.
Seiring berjalannya waktu, Masjid Raya Baiturrahman terus mengalami perluasan dan renovasi. Kubah yang awalnya hanya satu kini berkembang menjadi tujuh kubah, lengkap dengan menara yang menjulang tinggi.
Tidak hanya sebagai pusat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan sosial dan pendidikan Islam. Berbagai pengajian, kajian keagamaan, hingga peringatan hari-hari besar Islam sering diselenggarakan.
Namun, ujian terbesar bagi masjid ini datang pada pagi kelam 26 Desember 2004, ketika Tsunami Samudra Hindia 2004 melanda Aceh. Gelombang raksasa menghancurkan sebagian besar wilayah kota dan menelan ratusan ribu korban jiwa.
Di tengah kehancuran tersebut, Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri kokoh. Masjid ini menjadi tempat berlindung bagi banyak warga yang berusaha menyelamatkan diri dari amukan air laut. Bagi banyak orang, keberadaan masjid yang tetap tegak di tengah bencana menjadi simbol harapan dan keteguhan iman.
Setelah bencana berlalu, Masjid Raya Baiturrahman semakin dikenal, tidak hanya masyarakat Aceh, tetapi bagi masyarakat dunia. Wisatawan, peneliti, dan peziarah dari berbagai negara datang untuk melihat langsung bangunan yang menjadi saksi tragedi sekaligus kebangkitan Aceh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
