
Ribuan jamaah melaksanakan Salat Idulfitri di Jalan Pahlawan Surabaya, Jumat pagi (20/3). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Suasana khidmat begitu terasa di Jalan Pahlawan, Surabaya, saat ribuan umat Islam dari Muhammadiyah berkumpul untuk menunaikan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat pagi (20/3).
Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, jemaah Salat Idulfitri wilayah Kecamatan Bubutan dan sekitarnya mulai memadati jalanan depan Kantor Gubernur Jawa Timur sejak pukul 05.00 WIB ba'da Subuh.
Jalanan selebar kurang lebih tiga meter itu dipenuhi jamaah laki-laki dan perempuan, mulai dari anak-anak, remaja, sampai lansia. Jemaah lansia juga tidak kalah antusias mengikuti ibadah meski dengan bantuan kursi.
Rangkaian ibadah dimulai dengan gema takbir, dilanjut dengan Salat Id dua rakaat. Setelahnya, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Tho’at Setyawan, menyampaikan khutbah singkat.
"Sebagaimana hadis disampaikan Addinu Nasihah, agama adalah nasihat. Umat diajak bermuhasabah, menyadari seluruh nikmat berasal dari Allah dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya," ucap Ustad Tho'at setelah Shalat Id, Jumat (20/3).
Nasihat kedua merujuk pada Alquran sebagai pedoman hidup. Kitab suci menjadi dasar dan peta tujuan agar manusia meraih kebahagiaan di dunia sekaligus keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.
"Nah yang ketiga adalah rasul, seperti yang disampaikan oleh sahabat, bahwasannya rasul ini menjadi teladan: ucapan, perbuatan, sikapnya menjadi contoh penerapan syariat bagi umat sejak zaman dahulu," imbuhnya.
Salah satu jamaah, Hasanah, 29 tahun, warga Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, mengaku sengaja datang ke Jalan Pahlawan untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026.
"Sebenarnya di dekat rumah saya juga ada tempat Salat Id. Tetapi saya pilih ke sini karena jemaahnya ramai, kan lokasinya di tengah kota," tutur perempuan berkacamata itu dengan pakaian serba putih.
Tujuh Juta Warga Muhammadiyah Laksanakan Shalat Id pada Jumat pagi, 20 Maret 2026
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sukadiono mengatakan bahwa sekitar 7 juta warga Muhammadiyah di Jawa Timur melaksanakan Salat Id.
"Insyaallah 15 persen dari penduduk Jatim. sekitar 7 juta warga Muhammadiyah salat Id tanggal 20 Maret 2026. Ada 1.778 lokasi Salat Id se-Jatim," ucap Sukadiono di Surabaya pada Kamis (19/3).
Ia menyampaikan bahwa pihaknya juga telah meneruskan informasi maklumat PP tentang pelaksanaan Salat Idulfitri kepada seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah se- Jawa Timur.
