JawaPos Radar | Iklan Jitu

Konten Hoax soal Uighur Makin Menjamur

22 Desember 2018, 14:08:46 WIB
Konten Hoax soal Uighur Makin Menjamur
()
Share this

Dunia terus membicarakan kekejaman Tiongkok terhadap muslim Uighur. Pengakuan tentang adanya kamp penahanan dan kekerasan fisik menghiasi pemberitaan di berbagai media. Pada saat yang bersamaan, ternyata banyak produsen hoax yang mencari keuntungan dengan jualan berita palsu. Berikut beberapa di antaranya.

Konten Hoax soal Uighur Makin Menjamur
Potongan gambar dari unggahan yang menyebut Taliban bergerak untuk membebaskan Uighur (Facebook Suratmin Suwarno)

Taliban Bergerak Bebaskan Ughur

Jawa Pos menemukan artikel berjudul, Pasukan Taliban Bergerak Bebaskan Muslim Uighur, ”Kami akan Berjuang Meski dengan Pisau Kecil!” Tulisan itu dibuat dan disebarkan oleh blog asiasatu.online.

Di tulisan tersebut terdapat pernyataan seorang Taliban bernama Omar, 23. Kata Omar, pemimpin negara Islam penakut. Mereka hanya mementingkan jabatan dunia. Oleh karena itu, Omar akan berangkat membebaskan muslim Uyghur meskipun bersenjata pisau kecil.

Sebenarnya, tulisan tersebut hasil nyontek dari berita BBC yang berjudul, Muslim Uighur dan Perlakuan Tiongkok terhadap Mereka, yang Perlu Anda Ketahui. Di tulisan aslinya, tak ada penjelasan soal Omar dan Taliban. Blog Asiasatu selama ini memang hobi menyebarkan hoax dan disinformasi.

Dalam catatan Jawa Pos, setidaknya sudah ada empat kabar palsu yang pernah dibuat situs tersebut. Semua faktanya pernah dibongkar oleh tim Jawa Pos.

Konten Hoax soal Uighur Makin Menjamur
Potongan gambar dari unggahan yang dinarasikan sebagai penyiksaan terhadap muslim Uighur (Facebook Suratmin Suwarno)

Reka Ulang Pantat Ditusuk Pedang

JAWA POS menemukan sebuah foto mengerikan yang di-posting oleh akun Facebook Nazeri Ah mad. Katanya, foto tersebut bagian dari penyiksaan kepada kelompok muslim Uighur. Dalam foto itu terlihat dua orang ber pakaian aparat menyiksa pria dengan posisi sujud dan celana terbuka. Salah satu aparat yang mengenakan pakaian doreng menusukkan semacam pedang ke pantat pria yang sedang sujud.

”Bagian Kecil Penyiksaan Kepada Orang” #Uyghur. #Turkestan Maaf Gambar Tak Saya Tutup.. Beginilah Apa Yang Di Lakukan Komunis,” tulis akun Nazeri Ahmad.

Unggahan tersebut di bagikan ulang oleh banyak pengguna Facebook. Salah satunya akun Suratmin Suwarno. Faktanya, foto tersebut ternyata bukan kejadian yang terkait dengan tragedi kemanusiaan muslim Uyghur. Foto itu diunggah situs Minghui pada 2004. Di sana tertulis bahwa foto tersebut merupakan reka ulang penyiksaan di penjara di Provinsi Jilin.

Katanya, hal itu terjadi pada anggota Falun Dafa atau Falun Gong. Minghui merupakan situs komunitas Falun Gong di seluruh dunia. Situs itu merupakan sarana komunikasi anggota Falun Gong di seluruh dunia. Juga laporan ter kait penganiayaan dan pelarangan Falun Gong di Tiongkok. Jadi, bisa saja memang isinya subjektif. Tapi yang pasti, foto bergambar pria disiksa dengan ditusuk pantatnya jelas tak terkait dengan muslim Uighur.

Sebagian besar foto pria yang disiksa dengan pantat ditusuk pedang itu hanya tersebar di In donesia. Penyebarnya juga jelas. Akun-akun yang doyan share kabar hoax atau disinformasi. Selain disebarkan akun personal, foto tersebut kedapatan disebar blog k0mpasinf0.blogspot.com. Blog penyebar hoax itu dijalankan untuk mendulang pendapatan sebagai publisher iklan dari Payclick dan Adnow.

Konten Hoax soal Uighur Makin Menjamur
Potongan gambar dari unggahan yang menyebut adanya penyiksaan terhadap anak-anak Uighur (Facebook Aras Mytha VI VI)

Latihan Atlet Cilik

”PENYIKSAAAN anak2 Uighur oleh china komunis. Biadab,” tulis akun Aras Mytha VI VI (fb.com/aras.m.vi) Kamis (20/12). Akun itu menulis status kasar tersebut disertai foto kolase yang menunjukkan anak-anak meringis kesakitan.

Total ada tiga gambar yang diunggah Aras. Dua foto anak-anak merintih kesakitan. Satu lagi screenshot blog yang dibuat menyerupai laman portal media Kompas. ”PBB: Penyiksaan dan Penahanan Satu Juta Muslim Termasuk Anak-Anak di Cina Sungguh Sangat Mengkhawatirkan”. Begitu judul tulisan di blog tersebut.

Ternyata, foto-foto itu berasal dari Daily Mail. Foto itu diunggah Daily Mail untuk berita berjudul Building the next golden generation: Torture or training? Inside the brutal Chinese gymnasium where the country’s future Olympic stars are beaten into shape.

Membaca judul itu tentu kita sudah paham. Bahwa foto-foto anak yang merintih kesakitan tersebut terkait dengan pelatihan atlet yang sangat keras, bahkan terkesan brutal, untuk melahirkan bintang-bintang Olimpiade di masa depan. Jadi, bukan penyiksaan etnis muslim Uyghur. 

Editor           : Dhimas Ginanjar
Reporter      : (gun/zam/c6/fat)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini