JawaPos Radar | Iklan Jitu

Penyebar Hoax Sebarkan Kabar Miring Divestasi Saham Freeport

24 Desember 2018, 15:11:24 WIB
Penyebar Hoax Sebarkan Kabar Miring Divestasi Saham Freeport
Narasi Hoax (tangkapan gambar dari Facebook/Nanang Sugianto)
Share this

JawaPos.com - Pembelian 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PT FI) oleh pemerintah Indonesia dibarengi beredarnya kabar palsu. Kabar tersebut berselancar bebas di dunia maya dan diseret-seret ke ranah politik. Terlebih oleh kelompok-kelompok yang memiliki pandangan politik berbeda dengan rezim pemerintah saat ini.

Mereka berkomentar miring terhadap kebijakan pemerintah itu. Bahkan, komentar-komentar tersebut diikuti caci maki dan aneka kabar palsu. ''Demi Elektabilitas. Mengatasi masalah dengan masalah. Biar dibilang hebat. Padahal d**gu,'' tulis Nanang Sugianto (fb.com/profile.php?) di akun Facebook-nya kemarin (23/12).

Dalam posting-an itu, Nanang juga melampirkan gambar yang disertai tulisan. ''2021 Freeport habis dikontrak artinya 100 % tambang emas akan menjadi milik Indonesia. 2018 pemerintah akuisisi dengan divestasi 51% saham. Itu pun empat bank asing yang mendanai. Jadi tanah sendiri dibeli sendiri duit minjem orang lain. Guoblok atau o'on sih?'' Begitu narasi yang ada di gambar tersebut.

Penyebar Hoax Sebarkan Kabar Miring Divestasi Saham Freeport
Tanggapan PT Inalum lewat akun twitternya soal kabar hoax divestasi PT Freeport Indonesia. (tangkapan gambar twitter/Inalum_Official)

Tidak sedikit netizen yang turut berkomentar dan melampirkan gambar dengan aneka tulisan. Misalnya, akun Echimo Scudetto. Dia mengomentari posting-an Nanang itu dengan tulisan yang membandingkan langkah Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ''Jika Jokowi harus hutang asing untuk divestasi dan SBY tanpa hutang asing,'' begitu tulisnya.

Selain di media sosial, pesan dengan nada miring bertebaran di WhatsApp. Misalnya, pesan yang menyebutkan pembelian saham itu diikuti dengan penggadaian tambang tersebut ke asing. Dalam narasi pesan berantai itu disebutkan, jika Inalum gagal melunasi oblikasi global, tambang akan jatuh ke investor asing.

Pesan lainnya menyatakan, PT Inalum membeli tanah air sendiri karena tambang PT FI ada di Indonesia. Ada juga pesan yang menyampaikan bahwa harga yang dibayarkan PT Inalum terlalu mahal.

Semua kabar miring itu akhirnya direspons oleh PT Inalum. Mereka menyampaikan klarifikasi melalui akun Twitter-nya (@INALUM_Official) kemarin (23/12). Melalui akun tersebut mereka menjelaskan bahwa Inalum tidak menggadaikan tambang tersebut ke asing sebagaimana pesan yang beredar.

''Tidak ada aset atau saham Inalum dan anak usaha, termasuk PT FI, yang digadaikan untuk mendapatkan pembiayaan USD 4 miliar dalam bentuk obligasi global,'' begitu penjelasan pihak Inalum. 

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (zam/c4/fim)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up