JawaPos Radar | Iklan Jitu

Penyebaran Hoax semakin Masif dan Mengkhawatirkan

29 November 2018, 08:17:43 WIB
Penyebaran Hoax semakin Masif dan Mengkhawatirkan
Ilustrasi: penyebaran hoax sudah semakin mengkhawatirkan. (Kokoh Praba/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Fenomena berita bohong (hoax) begitu ramai di jagat maya. Kabar hoax itu pun kerap disebarkan secara teroganisir oleh kelompok tertentu dan menyasar masyarakat.

"Kami melihat situasi sekarang ini sudah merusak akal sehat. Orang sudah sulit membedakan antara berita benar dan bohong. Ada yang bicara A, kemudian diklarifikasi tetapi tetap saja (mereka) bicara, karena itu (bagi mereka) berita penting, baik itu kebohongan atau bukan kebohongan," kata Koordinator Jejaring Anti Bohong (JAB) Sinnal Blegur dalam keterangan persnya, Kamis (28/11).

Sebelumnya JAB menggelar diskusi di Jakarta pada Rabu (28/11). Diskusi itu soal maraknya hoax di tengah tahun politik.

Menurut Sinnal Blegur, penyebaran hoax saat ini sudah membahayakan. Apalagi penyebarannya secara masif oleh kelompok tertentu yang tak bertanggung jawab.

"Kami melihat ini bahaya. Nah kami melihat ini harus dilawan. Apalagi kami punya pengalaman di orde baru. Kalau teman-teman belum merasakan, kami rata-rata adalah aktivis yang merasakan orde baru," kata mantan aktivis 98 itu.

Lebih lanjut Sinnal mengatakan, JAB terus berupaya melawan hoax yang menyebar di tengah masyarakat. Apalagi hoax itu sudah memecah belah persatuan, kesatuan, dan kedamaian di tengah masyarakat. Sebab di tahun politik ini publik terbelah gara-gara hoax.

Padahal perbedaan pilihan itu biasa dalam demokrasi. Semua orang berhak menentukan pilihannya. Hanya saja ketika orang yang berbeda pilihan itu jangan diserang dengan berita hoax. "Kami tegas melawan itu," kata dia.

Beberapa contoh hoax yang cukup memiriskan dan harus dilawan yakninya kasus Ratna Sarumpaet, data 25 juta pemilih ganda, tuduhan kepada Jokowi yang dituding PKI, Jokowi disinyalir mengkriminalisasi ulama dan anti-Islam.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : (iil/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini