
DIDOMINASI TANAMAN SAYUR: Indry Metsers
JawaPos.com - Linimasa media sosial kini banyak diisi potret bahagia bersama hasil kebun masing-masing. Mulai bunga, buah, sampai sayuran. Itu membuat Indry Metsers bahagia. Perempuan yang tujuh tahun belakangan concern berkebun itu mengakui bahwa berkebun kini kian diminati.
Banyak tanda yang menunjukkan bahwa berkebun kini jadi aktivitas yang kian digandrungi. Harga benih dan tanaman naik. Namun, bagi Indry, yang jelas terasa adalah ponselnya lebih sering berdering. ”Banyak pesanan,” katanya.
Blasteran Indonesia-Belanda itu tampak sibuk saat Jawa Pos menyambangi kediamannya di Pulomas, Jakarta Timur. Dia asyik berbincang dengan salah seorang kliennya. Ya, perempuan yang dikenal dengan panggilan Mbak Bule itu tidak cuma berkebun.
Baca juga: Aksen Beton Asimetris JJ House
Sudah lama dia aktif kampanye. Bukan kampanye politik, tentu saja. Kampanye berkebun. ”Jiwa saya memang ingin membawa masyarakat Indonesia untuk bisa bertanam atau berkebun sendiri,” imbuhnya. Pakemnya kembali ke tanah. Indry mengetahui saat ini banyak yang berkebun dengan cara akuaponik dan hidroponik. Menurut dia, cara itu juga baik. Namun, menurut dia, cara tradisional yang terbaik.
Tidak sekadar pakem. Bagi Mbak Bule, bersentuhan dengan tanah adalah anugerah. Sejak kali pertama memutuskan berkebun tujuh tahun lalu, dia hanya ingin lebih dekat dengan alam. ”Berbuat baik sama alam, alam akan kasih lebih,” tuturnya. Keyakinan itu pula yang terus dia sebarkan kepada masyarakat. ”Jangan takut kotori tangan dengan tanah,” imbuh perempuan yang lahir dan besar di Jakarta itu.
Keyakinan tersebut juga yang membuat Mbak Bule ’’tidak percaya’’ rumah atau tempat tinggal masyarakat urban tidak bisa ditanami satu pun tanaman. Dia menyebut, yang tinggal di tempat kos sekalipun bisa berkebun. ”Ambil pot ukuran 35 (sentimeter) atau 40. Tanam kacang panjang, kemudian rambatkan pakai tungkai bambu,” bebernya. Di bagian bawah pot, lanjut Mbak Bule, bisa ditanam kangkung atau pakcoi. Selama ada tempat yang bisa diisi tanah, di sana pula ada ruang untuk berkebun.
Baca juga: Sleek, Modern, Seamless: Penataan Ikuti Flow Tiap Ruang
Pekarangan rumah Mbak Bule hanya 12 meter persegi. Namun, sangat rimbun. Penuh aneka tanaman. Sayur memang paling dominan. Tapi, ada juga buah serta tanaman hias seperti bunga dan kaktus. Bahkan, pohon kelapa kukuh berdiri di depan rumahnya. Di kelilingi rumah pohon yang sudah berisi aneka tanaman. Kacang panjang, pare, kangkung, waluh, kenikir, sampai bawang merah.
Mbak Bule menyebut, sebagian besar sayuran untuk kebutuhan sehari-hari dia petik sendiri. Tanpa harus membeli. ”Dengan lahan begini, saya 80 persen tidak beli sayur,” ungkapnya. Lahan sempit disiasati Mbak Bule menggunakan rumah pohon. Menurut dia, rumah pohon itu serupa box garden di Eropa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022