Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Maret 2021 | 00.48 WIB

Ikan Diskus, Kawan Setia Bermeditasi

SEGAR: Sekelompok diskus berbagai jenis dengan corak warna yang meriah mengisi tank milik Nancy. Dipadukan dengan tema aquascape yang pas membuatnya terlihat begitu menyegarkan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos) - Image

SEGAR: Sekelompok diskus berbagai jenis dengan corak warna yang meriah mengisi tank milik Nancy. Dipadukan dengan tema aquascape yang pas membuatnya terlihat begitu menyegarkan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

Bagi Imelda Nancy, ikan diskus tidak sekadar indah dipandang, tapi juga sarana meditasi menghilangkan stres. Karena itu, demi melengkapi koleksinya, perempuan asli Surabaya tersebut rela berburu sampai ke luar negeri.

---

SEBENARNYA dunia diskus masih relatif baru bagi Nancy. Hobi tersebut digelutinya sekitar setahun lalu. Bermula ketika Nancy mendatangi Pasar Ikan Gunungsari. Corak warna merah-putih yang melabur tubuh diskus jenis pigeon menarik perhatiannya.

Awalnya, Nancy mengira diskus adalah ikan hias air laut. Ternyata dia salah. Ikan bernama latin Symphysodon discus itu hidup di air tawar. Setelah merasa yakin sanggup merawatnya, dia memutuskan untuk mengadopsi sepasang pigeon. Satu ekornya dibanderol Rp 500 ribu. ”Inginnya beli banyak, tapi takut gagal merawatnya,” kata Nancy di kediamannya di Dharmahusada Megah Permai, Selasa (23/2).

Berkat ketelatenannya, sepasang diskus pigeon berhasil hidup lama. Bahkan sampai sekarang. Menurut dia, diskus tidak sekadar indah dipandang. Lebih dari itu, mereka juga membantu Nancy bermeditasi. Saat memandangi diskus di akuarium jumbo miliknya, rasa penat langsung sirna. Alhasil, dari yang awalnya hanya sepasang pigeon, kini koleksinya sudah membengkak menjadi 25 ekor dari beragam jenis. Mulai red melon, red golden diamond, red alenquer, blue albino, fiamma rossa, albino leopard snake skin, golden leopard snake skin, albino golden, albino white, blue scorpion, blue diamond, albino calico, hingga golden millennium. Ikan warna-warni itu berenang-renang cantik di tank berukuran 2,5 meter dengan ketinggian 50 sentimeter di rumahnya.

Dari semua koleksinya, ada beberapa jenis yang menjadi favorit Nancy. Golden leopard snake skin, misalnya. Untuk mendapatkan ikan bercorak garis putih merah dengan kombinasi kuning di kepala itu, Nancy harus memburunya sampai Malaysia. Sebab, di Indonesia belum ada yang membudidayakannya. Ikan itu ditebusnya dengan harga Rp 5 juta. ”Begitu juga diskus albino leopard snake skin. Aku dapatnya impor langsung dari Bangkok,” ujarnya.

Diskus albino calico juga menjadi ikan kesayangannya. Ikan tersebut tergolong langka. Mungkin di Surabaya, baru Nancy yang memilikinya. Informasi itu didapatkan Nancy dari komunitas Discus Learning Center (DLC). Namun, calcio miliknya itu kini tinggal kenangan. Senin sore (22/2), ikan itu mati mendadak. Lalu, disusul lima ikan lainnya. Sedangkan 20 lainnya sakit.

Nancy pun kaget. Dia berkonsultasi dengan anggota DLC. Setelah ditelusuri, ternyata penyebab kematian adalah meningkatnya pH air menjadi 9. Lebih tinggi daripada kadar normal 6,5–7,5. ”Padahal, sejak awal aku selalu menggunakan air yang sama. Dan, tidak pernah ada masalah,” ujarnya.

Baca Juga: Gara-gara Mengerem Mendadak, Dokter Reza Dianiaya Empat Mahasiswa

Usut punya usut, Nancy menemukan bahwa sumber berubahnya kadar pH air adalah bebatuan dari Gunung Semeru di dalam akuarium. Batu-batu itu diletakkan di sana untuk menghidupkan tema Sunset in the Mountains di aquascape miliknya. Ternyata, batu serpentine itu justru mengakibatkan pH air berubah.

Tidak mau mengambil risiko lebih besar, Rabu (24/2) aquascape miliknya dirombak. Dia menggantinya dengan tema Biotope Amazone. Kini, tank miliknya sudah menyerupai habitat asli diskus hidup di Sungai Amazon.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/LdSIrsKKqXw

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore