
PUPUK ORGANIK: Shien Shien menyemprot tanaman dengan cairan FAA. Penyemprotan jangan terlalu banyak karena tanaman bisa overdosis.
Ada produk khusus yang menjadikan tanaman tumbuh subur dan sehat. Pembuatannya pun terbilang mudah dengan bahan dari sampah rumah tangga. Salah satunya, pupuk cair fish amino acid.
LIMBAH rumah tangga sering kali terbuang begitu saja. Padahal, limbah tersebut dapat diolah lebih bermanfaat sebagai pupuk organik cair. Hasilnya pun telah terbukti dan berdampak positif bagi tanaman. Semakin subur nan sehat. Seorang penghobi tanaman asal Surabaya Shien Shien telah membuktikannya. Dia pun membagikan pengalaman saat Jawa Pos berkunjung ke rumahnya di kawasan CitraLand, Surabaya Barat, Rabu (5/4) lalu.
Dia berhasil membuat cairan fish amino acid (FAA). Bahan bakunya pun mudah ditemukan dari olahan dapur. Yaitu, sisa potongan maupun jeroan ikan yang tak terpakai. Bahan tersebut kaya akan kandungan nutrisi dan bermanfaat bagi tanaman. Metode itu diketahuinya saat berdiskusi dan saling berbagi pengetahuan dengan rekan asal Thailand.
’’Coba-coba supaya semakin subur. Waktu itu banyak bertanya ke orang di sekitar,’’ terangnya.
PUPUK ORGANIK: Shien Shien menyemprot tanaman dengan cairan FAA. Penyemprotan jangan terlalu banyak karena tanaman bisa overdosis.
Sekadar informasi, FAA itu kali pertama dipakai di berbagai jenis tanaman. Mulai hortikultura seperti anggur maupun tanaman hias seperti mawar. Hasilnya tak memperlihatkan dampak negatif. Justru tanaman semakin subur, indah, bahkan lebih tahan terhadap hama. Memang, belum ada bukti saintifik. Harus dicoba terlebih dahulu, baru bisa mengetahui secara langsung. Sebab, FAA diyakini dapat mempercepat pertumbuhan sel-sel tanaman.
Saat kali pertama mencoba, perempuan 47 tahun itu mengaku tak yakin. Lantas, dia mencobanya di pohon srikaya miliknya. Ternyata, buah maupun pohon kian gemuk. Bahkan, penyakit yang biasa menyerang mawar pun berhasil diminimalkan. Bau amis khas ikan kadang kala membuat orang enggan memakai cairan FAA. Padahal, bau tersebut sudah sirna seusai digunakan hanya dalam beberapa jam. ’’Lebih banyak manfaatnya, waktu musim hujan pun minim terkena jamur,’’ ungkap alumnus Universitas Surabaya itu.
Proses pembuatan juga terbilang mudah bagi pemula sekalipun. Bahan yang digunakan tak terlalu sulit dicari. Yakni, air, kepala udang atau ikan, molase, dan nanas. Shien menyarankan jika memakai air keran, harus diendapkan selama satu malam. Tujuannya, zat-zat kimia tak terlarut yang mengakibatkan bakteri cairan itu rusak karena menggunakan sistem fermentasi. ’’Perbandingan air 10 bagian, 1 gula jawa, 2,5 bagian ikan, dan 0,5 nanas,’’ paparnya.
Langkah pertama, larutkan gula jawa atau molase dengan air dan berbagai bahan lainnya. Setelah itu, diletakkan di wadah plastik untuk difermentasi. Mengapa tak menggunakan bahan kaca? Menghindari pecah karena akan menghasilkan kandungan gas. Terakhir, tutup rapat di tempat minim cahaya. Hasilnya, cairan berwarna cokelat dapat digunakan tiga bulan kemudian. Satu liter pun cukup jika dipakai skala rumahan saja. ’’Sudah punya stok banyak beberapa drum 5 literan,’’ tuturnya.
PUPUK ORGANIK: Shien Shien menyemprot tanaman dengan cairan FAA. Penyemprotan jangan terlalu banyak karena tanaman bisa overdosis.
Ada dua teknik penggunaan sesuai preferensi setiap orang. Yaitu, disemprotkan ke seluruh bagian tanaman atau disiramkan langsung ke media tanam. Takaran cairan FAA untuk dua teknik itu berbeda. Jika sistem siram, 2 mililiter FAA per 1 liter air. Sedangkan sistem siram membutuhkan lebih banyak, yaitu 5 mililiter FAA per 1 liter air. ’’Disiramkan ke bagian-bagian akar,’’ kata ibu satu anak itu.
Penyemprotan dapat dilakukan pagi atau sore. Yakni, ketika tanaman belum terlalu intens terpapar matahari. Sebab, tanaman kesayangan dikhawatirkan akan gosong jika dilakukan saat sedang terik. Cairan FAA tersebut tidak boleh diberikan terlalu banyak. Salah-salah bisa mengakibatkan overdosis dan berdampak buruk bagi tanaman. Mulai tanaman gosong maupun daun menjadi rontok. Setidaknya, satu hingga tiga kali seminggu sudah cukup. ’’Harus belajar mengamati, setiap tanaman punya daya tahan berbeda,’’ jelasnya.
Tidak hanya itu, pemilik Arunika Garden tersebut ternyata juga memanfaatkan sisa sampah rumah tangga lainnya. Yaitu, mengubah cangkang telur menjadi cairan kalsium. Seluruh prosesnya terbilang mirip dengan pembuatan cairan FAA. Perbedaannya terletak pada fungsinya sebagai upaya memperbagus pertumbuhan akar dan batang tanaman. Dengan demikian, pemberian cairan kalsium itu harus disiramkan langsung ke media tanam. ’’Prinsipnya, memecah protein yang ada di bahan-bahan tersebut sampai molekul terkecil supaya lebih mudah dicerna tanaman,’’ paparnya.
Tapi, sebelum difermentasi, cangkang telur tidak boleh hancur menjadi bubuk karena akan menyulitkan saat proses penyaringan. Shien menyarankan, paling tidak cangkang telur hancur berukuran kecil saja. Dua cairan itu dapat disimpan selama satu tahun dalam wadah tertutup. Jika telah melewati masa tersebut, dapat diberi molase secukupnya agar kembali aktif.
Menurut Shien, dibutuhkan ketelatenan saat bercocok tanam agar tanaman kian sehat. Bahkan, dia juga memiliki compost bag untuk sisa makanan seperti kulit buah atau daun. Cukup diletakkan hingga hancur menjadi pupuk. Shien mengatakan menggeluti dunia tanaman hidroponik dan hias sejak 2017. Hingga, dia semakin tertarik pada tanaman buah dan bunga. ’’Karena lebih penasaran dengan tanaman yang menghasilkan,’’ katanya. (dho/c7/ai)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
