
Pudding, anjing salah satu korban pesawat Jeju Air yang setia dan suka pulang ke rumah meski sudah tidak ada orang.(Instagram CARE)
JawaPos.com - Hubungan emosional antara manusia dan hewan telah menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang paling tulus. Hewan sering kali menunjukkan kesetiaan yang luar biasa terhadap pemiliknya, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun.
Dilansir dari Livemint, beberapa hewan seperti anjing, kucing, hingga burung kakaktua telah dikenal memiliki ikatan emosional yang kuat dengan manusia. Kesetiaan mereka tidak hanya sebatas naluri, tetapi melibatkan hubungan emosional yang mendalam. Berikut lima kisah nyata tentang hewan yang terkenal karena kesetiaannya menunggu pemiliknya.
1. Hachiko, Anjing Setia dari Jepang
Hachiko adalah simbol kesetiaan yang telah menginspirasi banyak orang. Anjing Akita ini setiap hari menunggu pemiliknya, Profesor Hidesaburo Ueno, di Stasiun Shibuya meskipun sang pemilik telah meninggal dunia pada tahun 1925. Selama sembilan tahun, Hachiko terus datang ke stasiun tersebut hingga ia meninggal pada tahun 1935. Kisahnya yang mengharukan diabadikan dengan sebuah patung di Stasiun Shibuya, menjadi monumen kesetiaan yang dikenang sepanjang masa.
2. Capitan, Penjaga Makam di Argentina
Capitan, seekor anjing di Argentina, menunjukkan kesetiaannya dengan tinggal di pemakaman pemiliknya, Miguel Guzman. Meski tidak pernah dibawa ke pemakaman sebelumnya, Capitan secara ajaib menemukan makam Miguel dan tidur di sana setiap malam. Selama enam tahun, Capitan tetap setia menemani pemiliknya yang telah tiada, hingga akhirnya ia meninggal pada tahun 2012.
3. Dżok, Anjing Tunawisma di Polandia
Dżok adalah contoh lain dari kesetiaan hewan. Setelah pemiliknya meninggal dunia di sebuah rumah sakit, Dżok tetap menunggu di luar rumah sakit tersebut selama lebih dari setahun. Kesetiaannya menjadi simbol cinta yang tak lekang oleh waktu, meski ia hidup dalam kondisi sulit.
4. Noori, Anjing dari Turki yang Setia Menjaga Puing-puing Rumah
Noori adalah anjing yang setia menunggu di puing-puing rumah yang terbakar, tempat pemiliknya meninggal dunia. Setiap hari, Noori terlihat menggonggong dengan sedih di lokasi tersebut. Kesetiaan Noori menunjukkan ikatan emosional yang mendalam antara hewan dan manusia, bahkan setelah kehilangan yang tragis.
5. Pudding, Anjing Korban Kecelakaan Jeju Air
Pudding adalah anjing yang setia menunggu sembilan anggota keluarga Bae yang meninggal dalam kecelakaan pesawat Jeju Air pada 29 Desember 2024. Keluarga Bae berasal dari desa Yongam, Korea Selatan, dan Pudding tetap berada di sekitar rumah mereka, berharap pemiliknya kembali. Meskipun warga desa berusaha merawatnya, Pudding terus berkeliling desa hingga akhirnya diadopsi oleh komunitas hak asasi hewan Care in Korea pada awal 2025.
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa hewan bukan sekadar teman bagi manusia, tetapi juga simbol kesetiaan dan kasih yang tulus. Mereka mampu menciptakan hubungan emosional yang mengajarkan kita tentang cinta tanpa syarat. Hewan seperti Hachiko dan Pudding mengingatkan kita akan arti sejati dari kesetiaan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
