
International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 oleh Taman Safari Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com - Fotografi satwa liar bukan sekadar aktivitas mengabadikan hewan di alam bebas. Di balik setiap gambar, terdapat proses panjang untuk menangkap momen alami kehidupan satwa di habitatnya.
Jenis fotografi ini menuntut kesabaran, kemampuan teknis, serta pemahaman terhadap perilaku hewan. Para fotografer kerap harus menunggu dalam waktu lama demi mendapatkan momen terbaik tanpa mengganggu satwa di alamnya.
Karena itu, fotografi satwa liar tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga dokumentatif. Setiap karya visual dapat menjadi rekaman penting mengenai kehidupan satwa dan kondisi lingkungan tempat mereka hidup.
Dalam perkembangannya, fotografi satwa liar juga menjadi medium untuk menyuarakan pentingnya konservasi. Melalui gambar dan video, masyarakat diajak lebih peduli terhadap perlindungan satwa serta kelestarian habitat alaminya.
Semangat itulah yang kembali diangkat Taman Safari Indonesia melalui peluncuran International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026. Hal tersebut sekaligus menjadi penanda perjalanan 35 tahun penyelenggaraan IAPVC di Indonesia.
Sebagai lembaga konservasi dan destinasi wisata bertaraf internasional, Taman Safari Indonesia kini hadir di enam kota besar dan mengelola empat resort di Tanah Air. Lembaga ini juga menaungi lebih dari 22 ribu satwa dari 673 spesies.
Setiap tahunnya, lebih dari lima juta pengunjung mendatangi Taman Safari Indonesia. Sejak berdiri pada 1981, lembaga tersebut juga aktif menjalankan program penyelamatan hingga pelepasliaran satwa ke habitat alaminya.
Board Advisory Taman Safari Indonesia Group, Agus Santoso, mengatakan IAPVC 2026 mengusung tema “From Lens to Legacy”. Tema itu menyoroti peran fotografi dan videografi sebagai sarana menyebarkan pesan konservasi kepada generasi mendatang.
"IAPVC 2026 memperluas jangkauan peserta hingga Asia Tenggara dan Australia. Langkah ini memperkuat posisi IAPVC sebagai ajang visual satwa liar bertaraf internasional," ujar Agus Santoso saat ditemui awak media dalam acara Launching 35th International Animal Photo & Vidio Competition (IAPVC) 2026 di Taman Bendera Pusaka, Sabtu (23/5).
Pada penyelenggaraan tahun ini, IAPVC membuka sembilan kategori lomba fotografi satwa liar. Ajang tersebut menjadi wadah bagi fotografer dan filmmaker untuk menampilkan kreativitas sekaligus kemampuan teknis serta storytelling melalui karya visual.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
