JawaPos Radar | Iklan Jitu

50 Persen Produk Air Minum Kemasan bakal Gunakan Botol Daur Ulang

11 Desember 2018, 12:38:28 WIB
Pemilahan sampah
Proses pengolahan sampah botol plastik di Koperasi Pemulung Berdaya Tangerang Selatan. (Yesika Dinta/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta pelaku industri di Indonesia agar membuat terobosan dalam membantu menangani permasalahan sampah. Salah satunya, dengan menggiatkan program daur ulang plastik untuk digunakan kembali sebagai bahan baku kemasan.

Ketua Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Christine Halim menuturkan, hal itu akan membantu mengurangi pencemaran lingkungan, menghemat energi, menghemat devisa impor plastik virgin, sekaligus memberi penghasilan untuk para pekerja sektor informal Indonesia. Saat ini, ada 360 perusahaan ADUPI yang melibatkan 4 juta pemulung dalam menjalankan kegiatan produksinya.

“Kami ingin semakin banyak lagi industri makanan dan minuman yang memanfaatkan produk kemasan hasil daur ulang. Kalau di Indonesia saat ini sifatnya belum mandatori, baru sebatas kesukarelaan," ujarnya dalam media workshop di Hotel Grand Zuri BSD, Tangerang Selatan, Senin (10/12).

Salah satu perusahaan yang menurut Christine sudah melakukan kegiatan daur ulang dengan baik adalah PT Tirta Investama, yakni produsen air minum dalam kemasan merek AQUA.

Menanggapi hal tersebut, Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo menyatakan perusahaannya siap menjadi industri minuman pengguna botol daur ulang pertama di Indonesia. Awal tahun depan, Danone-AQUA akan meluncurkan produk air mineral kemasan 1,1 liter yang botolnya 100 persen diproduksi dari plastik daur ulang.

Botol daur ulang merupakan hasil produksi industri mitra Perusahaan di Bandung. Bahan baku flakes plastik dipasok dari enam titik pengepul binaan yang tersebar di Tangerang, Bandung, Bali, Lombok, dan Kepulauan Seribu.

"Peluncuran produk air minum dalam botol plastik daur ulang awal tahun depan merupakan bentuk dari komitmen kami untuk menjaga lingkungan. Plastik seharusnya menjadi bahan baku dan tidak bertebaran di lingkungan sebagai sampah, oleh karena itu kami manfaatkan kembali," kata Karyanto pada kesempatan yang sama.

Dia menyebut perusahaannya telah menjalankan inisiatif menjaga kelestarian lingkungan dengan mengumpulkan dan mengolah plastik bekas kemasan air minum sejak 1993.

"Dalam setahun kami bisa mengumpulkan 12.000 ton plastik bekas kemasan air minum untuk di daur ulang. Kalau dulu lebih tahun 1993, produk cacahan plastik di ekspor karena belum ada industri yang bisa memproduksi botol daur ulang di Indonesia. Tapi mulai sekarang bisa kami olah dengan memenuhi standar SNI, BPOM serta bersertifikasi halal agar masyarakat nyaman menggunakannya," tuturnya.

Dengan semakin banyaknya pelaku sektor informal yang terlibat dalam kegiatan pengumpulan bahan baku botol bekas, dia menargetkan pada 2025 mendatang rata-rata sebanyak 50 persen produk air minum dalam kemasan Danone-AQUA akan menggunakan kemasan botol daur ulang.

"Saat ini 70 persen bisnis adalah galon yang kemasan dapat digunakan ulang sehingga sudah memenuhi prinsip sirkular. Komitmen kami menjadi perusahaan yang 100 persen sirkular, menggunakan limbah kemasan plastik untuk bahan baku kemasan produk kami,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : (yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini