
Aktivitas Gunung Anak Krakatau
JawaPos.com - Penyebab tsunami di Selat Sunda makin terang benderang. Berdasar hasil analisa tim gabungan, pemicunya adalah longsornya sebagian badan (flank/partial collapse) Gunung Anak Krakatau (GAK). Akibatnya, material vulkanis dalam jumlah besar tercebur ke lautan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendasarkan analisis mereka pada citra satelit. Tampilan citra satelit yang diambil pada 23 Desember 2018 pukul 05.33 WIB setelah tsunami menunjukkan adanya potongan besar badan GAK yang hilang. Gambar tersebut dibandingkan dengan citra satelit sebelumnya yang diambil pada 11 Desember 2018.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengungkapkan, pihaknya yakin tsunami yang melanda Selat Sunda disebabkan longsornya GAK. ''Material yang longsor seluas 64 hektare. Dari citra satelit, sangat jelas penampakan sebelum dan sesudah tsunami. Tampak ada area yang longsor,'' jelasnya.
Material yang longsor itu, kata dia, menimbulkan getaran yang tercatat seismograf BMKG di Banten dan Lampung. ''Dari hasil analisis BMKG, material longsoran itu setara dengan kekuatan gempa 3,4 skala Richter (SR),'' ungkapnya.
Hingga saat ini, kapal tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum bisa mendekat ke GAK. Sebab, kondisi cuaca dan gelombang sangat berbahaya.
Dalam pernyataan resminya, PVMBG menyampaikan, tsunami di Selat Sunda merupakan kasus spesial. Jarang terjadi di dunia. Masih sangat sulit untuk memperkirakan kejadian partial collapse di sebuah gunung berapi.
Karena itu, sangat diperlukan pemantauan tsunami di tengah Selat Sunda. Baik dengan pemasangan peralatan pemantau seperti stasiun pasang surut di pulau sekitar GAK maupun pemantauan visual dengan penginderaan jauh.
Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Kristianto menyatakan, untuk mengetahui potensi longsor di tubuh Gunung Anak Krakatau, diperlukan kajian mendalam. ''Banyak faktor yang bisa mengakibatkan collapse selain faktor kemiringan lereng,'' katanya.
Sementara itu, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan berjanji segera menyelesaikan perpres terpadu penguatan sistem peringatan dini bencana. Saat ini perpres tersebut sudah masuk finalisasi. ''Nanti minggu pertama atau kedua Januari 2019 kita duduk lagi. Nanti antara semua instansi terkait biar tuntas. Setelah itu, dibawa ke ratas (rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, Red),'' ungkapnya kemarin.
Perpres tersebut akan memuat payung hukum, anggaran, dan pembagian tugas puluhan instansi penanganan bencana di tanah air. Juga, pembentukan sistem terpadu peringatan dini bencana.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022