
Warga di Kecamatan Sumur, Pandeglang menyelamatkan diri ketika mendengar kabar air laut naik. Daerah ini juga paling parah terdampak tsunami Selat Sunda
JawaPos.com - Kepanikan melanda warga Kecamatan Sumur, Pandeglang, kemarin (25/12). Penyebabnya, beredar kabar tentang permukaan air laut yang naik. Bayangan tsunami susulan membuat ratusan warga semburat di jalanan. Mereka berebut menuju dataran tinggi untuk menyelamatkan diri.
Ada yang mengendarai sepeda motor, naik mobil, maupun berlari. Mereka memacu kecepatan agar segera tiba di tempat aman. Sontak, situasi di wilayah yang melekat dengan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon itu terasa mencekam.
Kepanikan tersebut bermula saat berlangsung kunjungan sejumlah pejabat di lokasi terdampak tsunami di Pasar Sumur, Desa Sumber Jaya, sekitar pukul 14.30. Kawasan itu hanya selemparan batu dari bibir pantai. Puluhan bangunan rumah dan pertokoan rusak parah akibat gelombang tinggi yang terjadi Sabtu (22/12) malam lalu. Tercatat 69 orang meninggal di wilayah itu.
Saat para pejabat tengah mengunjungi satu lokasi di Pasar Sumur, tiba-tiba seseorang yang belum diketahui identitasnya berteriak menyebut air laut naik. "Air naik, air naik," kata M. Yana menceritakan awal mula isu air laut naik itu. "Semua pada lari," imbuh anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sumber Jaya tersebut saat ditemui Jawa Pos.
Akibatnya, semua warga panik. Termasuk para pejabat daerah yang berkunjung ke daerah itu. Situasi mencekam tersebut diperparah turunnya hujan lebat. Apalagi, langit yang semula agak cerah berubah gelap. Padahal, isu itu tidak terbukti. Tidak ada tsunami susulan.
Kepanikan tersebut membuat distribusi bantuan logistik dan tenaga yang hendak masuk ke kawasan Sumur menjadi tersendat. Betapa tidak, Jalan Raya Sumur yang menjadi akses utama menuju pantai tertutup oleh mobil-mobil relawan dan pengirim bantuan. Hal itu diperparah kondisi jalan rusak dan curam sepanjang 8 kilometer.
Dari Kecamatan Labuan, Pandeglang, akses tersebut merupakan jalur paling mudah ditempuh menuju Pantai Sumur. Sejatinya ada satu jalur lain, yakni melalui Tanjung Lesung. Namun, kondisi jalur itu tidak lebih baik. Sebab, jalan sepanjang 20 kilometer tersebut belum teraspal sepenuhnya. Pengendara harus melewati jalan tanah berbatu dan pesisir pantai dengan ombak cukup tinggi.
Darul Hairi, 31, berharap pihak terkait bisa meminimalkan isu tsunami susulan yang mudah menyebar di masyarakat. Kabar-kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu membuat masyarakat ketakutan. "Isu seperti itu jelas merugikan kami," ujarnya kepada Jawa Pos.
Darul merupakan salah seorang korban berita palsu naiknya air laut. Dia bersama beberapa anggota keluarga sempat panik dan bergegas menjauh dari laut. Dengan kondisi pakaian basah terkena hujan, mereka mengendarai motor menuju dataran tinggi. "Kasihan ibu-ibu dan anak-anak yang harus lari-larian," tuturnya.
Menurut Darul, warga sejatinya sudah terlatih bila terjadi tsunami. Namun, info tsunami harus benar-benar akurat dari pihak terkait. Misalnya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Biasanya kan ada pemberitahuan dari BMKG kalau mau tsunami. Jadi, bukan kabar tidak jelas yang menjadi acuan kami," cetus warga Desa Taman Jaya, Sumur, tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022