
Penulis Tafsir Al-Misbah M. Quraish Shihab (instagram/quraish.shihab).
JawaPos.com - Ulama ahli tafsir Al-Qur’an terkemuka Prof Muhammad Quraish Shihab diminta menjelaskan mengenai Israil dan Yahudi.
Dikutip dari nu.or.id pada Minggu (19/11), ia menyebutkan secara umum, ada tiga kata yang digunakan Al Quran untuk menunjuk kepada keturunan Nabi Yaqub. Hal itu ia terangkan dalam sebuah kajian di laman Youtube Bayt Al-Quran.
Pertama, kata Bani Israil yang diulang sekitar 42 kali dalam Al Quran. Ada juga kata Israil yang diulang tiga kali.
Kedua, kata Yahud, yang merupakan keturunan Nabi Yaqub. Ketiga, kata Ahlul Kitab. Tetapi, ketiga kata tersebut berbeda-beda, kata Prof Quraish.
Kata Bani Israil, sejatinya digunakan oleh Al Quran untuk menunjuk keturunan Nabi Yaqub sebelum masa Nabi Muhammad, tidak menunjuk keturunan Nabi Yaqub yang ada pada masa Nabi Muhammad.
Kemudian, kata Yahud yang pertama merujuk pada keturunan Yahuda. Sebagaimana diketahui bahwa Nabi Yaqub mempunyai 12 orang anak, salah satunya bernama Yahuda.
Dua belas anaknya tersebut saling berseteru, seperti dalam cerita Nabi Yusuf dalam Al Quran. Keturunan dari Yahuda itulah yang dibicarakan oleh Al Quran yang disebut dengan Yahud.
Kata Yahud yang digunakan oleh Al Quran bukan lagi menunjuk kepada mereka yang hidup sebelum masa Nabi Muhammad yang ada Bani Israilnya itu, tetapi menunjuk pada mereka yang hidup pada masa Nabi Muhammad.
Prof Quraish Shihab menyebut Al Quran surat al Maidah ayat 82 sebagai contohnya.
"Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri."
Adapun Bani Israil yang merujuk kepada keturunan Nabi Yaqub itu, ada yang baik dan ada yang buruk.
Namun, jika kata yang digunakan adalah Yahud, pasti menunjukkan celaan. Sebagaimana terdapat dalam Al-Qur'an surat al-Maidah ayat 64 berikut.
"Orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu (kikir).” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu. Mereka dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan..."
Al Quran menggunakan kata Yahud, sebagaimana ayat di atas, untuk menunjuk kepada keturunan Yahuda, tidak lagi menunjuk kepada keturunan Nabi Yaqub yang bersifat buruk.
Adapun istilah ahlul kitab itu penganut kitab suci yang di dalamnya termasuk Nasrani dan orang-orang Yahudi. Mereka itu oleh Al Quran dikatakan laisu sawa, ada yang bersifat baik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022