
Ikan Salmon Pasifik saat kulitnya telah mengelupas / sumber: akun X @jellypastaa
JawaPos.com – Ikan salmon terkenal karena kandungan omega-3 yang bermanfaat bagi perkembangan otak, dengan setiap 100 gram daging ikan salmon mengandung 3-2,018 mg omega.
Ikan salmon juga kaya akan nutrisi lain seperti protein, kalsium, vitamin B12, dan kalium.
Oleh karena itu, banyak ibu hamil dan anak kecil disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung perkembangan otak.
Dibalik nutrisi yang dikandungnya, ikan salmon ternyata memiliki cerita perjalanan unik yang patut untuk diketahui.
Dikutip dari News Week pada Kamis (14/12), Setelah lahir di aliran air tawar, sungai dan danau, jenis ikan salmon Pasifik atau oncorhynchus spp. melakukan perjalanan ke perairan Pasifik Utara di sekitar AS dan Kanada.
Sebagai spesies anadromus, ikan salmon bermigrasi untuk reproduksi, lahir di air tawar, bermigrasi ke laut, dan kembali ke air tawar untuk berkembang biak.
Setiap tahun, jam biologis memberi tahu ikan-ikan ini bahwa sudah waktunya untuk kembali ke air tawar untuk bertelur.
Ini akan menjadi perjalanan terakhir yang mereka lakukan, karena setelah mereka bertelur, salmon akan mati.
Mereka hanya bertelur satu kali dalam hidupnya dan hanya 1 dari 2.000 ekor yang berhasil mencapai tempat bertelurnya.
Perjalanan salmon dari laut ke sungai menyebabkan perubahan ekstrem pada tubuh mereka, menguras seluruh energi untuk bertahan hidup.
Jantan mengubah rahang mereka dengan kait dan gigi tajam untuk bersaing mendapatkan pasangan.
Sementara betina menggunakan energi untuk menghasilkan telur dan berhenti makan setelah reproduksi karena kehilangan staminanya saat kembali ke laut.
Mereka tetap hidup, tetapi kulitnya akan rontok karena membusuk dan tubuh mereka mulai mati secara perlahan seperti zombie.
Proses ini dikenal sebagai semelparitas, di mana ikan mati setelah melakukan reproduksi pertama, merupakan bentuk pengorbanan tinggi dan contoh adaptasi evolusi alam.
Namun, meskipun mereka tampak seperti ‘mayat hidup,’ ikan yang membusuk ini sebenarnya memberikan manfaat besar bagi ekosistem di sekitarnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
