
Festival Pasola di Sumba Barat.
JawaPos.com – Festival merupakan pesta bagi masyarakat untuk merayakan warisan budaya, nilai-nilai, dan tradisi dengan cara yang sangat meriah.
Banyak festival yang diadakan di seluruh dunia, mulai dari ritual kuno yang penuh sejarah hingga pertunjukan kreatif masa kini.
Dalam beberapa budaya, ‘pesta’ yang diselenggarakan dianggap ekstrim. Jauh dari kata ramah bahkan justru menghadirkan tantangan berbahaya dan berpotensi sangat fatal.
Bagi yang suka tantangan, berikut adalah festival dan perayaan ekstrim dari beberapa negara yang akan membuat adrenalin terpacu, seperti dilansir dari berbagai sumber.
Jepang: Extreme Log Ride
Setiap enam tahun sekali, festival Onbashira diadakan di wilayah Danau Suwa, Prefektur Nagano, Jepang. Festival ini mempertunjukan puluhan pria mengendarai kayu gelondongan dan mencoba meluncur dari puncak lereng yang cukup curam ke tanah yang datar.
Menggunakan pohon cemara besar yang tingginya sekitar 20 meter, dan beratnya pun mencapai 12 ton. Bukan hanya satu, melainkan 16 batang pohon yang digunakan. Tanpa menggunakan peralatan mekanis, mereka harus bergotong royong untuk membawa gelondongan kayu itu ke atas bukit.
Bertengger di atas bukit dengan dililit tali shimenawa yang ditenun secara sakral sebanyak jumlah pria yang akan menaiki batang pohon tersebut. Sementara para penonton yang berada di kedua sisi lereng melantunkan lagu-lagu ritual.
Untuk meluncurkan batang pohon besar tersebut, ada seorang pria yang bertugas memutuskan tali yang sebelumnya digunakan untuk menahan batang pohon menggunakan kapak.
Ini adalah bagian yang sering dibilang paling mematikan, ketika kayu-kayu harus menuruni bukit untuk membuktikan keberanian para pria tersebut. Hal ini sering mengakibatkan cedera parah bahkan kematian.
Sepanyol: Running of The Bulls
Punya nyali tinggi? bisa coba pergi ke Fiesta de San Fermin, yang biasa diadakan pada bulan Juli di Pamplona, Sepanyol. Coba rasakan sensasi dikejar oleh kawanan banteng dan sapi yang marah. Festival ini biasanya berlangsung selama 8 hari berturut-turut.
Saat festival berlangsung, pagi-pagi sekali sekitar 2.000 orang pemberani sudah berbaris di awal jalur yang telah disediakan sepanjang 875 meter. Jalur yang digunakan adalah jalan-jalan di pusat kota.
Keseruan acara ini dimulai tepat pukul 08:00 pagi waktu setempat. Para peserta berlari dengan cepat dan diikuti oleh 6 ekor banteng aduan serta 6 ekor sapi jantan. Mereka berlari dari Corrales de Santo Domingo ke arena adu banteng Plaza de Toros di Pamplona.
Cedera dan luka sudah pasti didapatkan, termasuk terinjak-injak dan beberapa hal fatal lain bisa juga terjadi. Pesertanya bahkan bukan hanya orang lokal saja, bahkan sebagian besar merupakan wisatawan. Ada yang berani coba?

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
