Ilustrasi proses Konklaf dalam film Conclave (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Paus Fransiskus yang merupakan paus ke-266 meninggal dunia pada Senin (21/4). Hal ini menandakan adanya 'Sede Vacente' yang berarti kekosongan kursi takhta Santo Petrus.
Usai meninggalnya seorang Paus, maka akan dilakukan konklaf untuk menunjuk pergantian kepemimpinan Paus selanjutnya di Santo Petrus, Vatikan.
Dilansir dari laman Sky News pada Rabu (23/4), berikut langkah-langkah proses pemilihan seorang Paus atau yang biasa disebut sebagai konklaf.
Ketika seorang paus meninggal atau mengundurkan diri, gereja Katolik memasuki masa yang disebut 'Sede Vacante' yang dimaknai dengan 'kursi kosong' karena tidak ada Paus yang duduk di atas takhta Santo Petrus.
Cincin dan segel mendiang Paus sebelumnya yang digunakan untuk mengirimkan dokumen kepausan akan dirusak untuk mencegah orang lain menggunakannya. Selama masa ini, seorang kardinal yang dikenal sebagai camerlengo atau bendahara menjadi kepala sementara gereja dengan kekuasaan terbatas.
'Sede Vacante' umumnya berlangsung beberapa minggu saat jenazah Paus disemayamkan, pemakamannya dan para kardinal bersiap berkumpul untuk konklaf.
Sidang tertutup
Konklaf berlangsung di Kapel Sistina, aula Vatikan terkenal yang dinding dan langit-langitnya dihiasi dengan karya Michelangelo.
Pertemuan tersebut menghadirkan para kardinal dari seluruh dunia dan berlangsung hingga terpilihnya Paus baru. Hanya para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun (pemilih kardinal) yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam konklaf dan memberikan suara mereka untuk paus baru.
Saat ini dari 252 kardinal, terdapat 135 kardinal elektor, 53 dari Eropa, 23 dari Asia, 20 dari Amerika Utara, 18 dari Afrika, 17 dari Amerika Selatan, dan 4 dari Oseania.
Negara dengan jumlah kardinal terbanyak yang dapat memberikan suara adalah Italia dengan 17 kardinal, kemudian diikuti Amerika Serikat dengan 10 kardinal, Brasil 7 kardinal dan Inggris hanya 3 kardinal.
Setelah konklaf dimulai, para kardinal tidak akan keluar dari Vatikan sampai paus baru terpilih. Kata 'konklaf' berasal dari bahasa Latin, yang berarti 'dengan kunci', hal ini merujuk pada isolasi tempat para kardinal ditahan.
Mereka mengadakan sesi pemungutan suara di Kapel Sistina dan tidur di hotel Casa Santa Marta di dalam kompleks Vatikan. Selama konklaf berlangsung, para kardinal tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan dunia luar. Dilarang menggunakan telepon, internet, atau surat kabar.
Kecuali pada hari pertama, saat hanya ada satu pemungutan suara, para kardinal mengadakan dua sesi pemungutan suara harian hingga satu kandidat memperoleh mayoritas dua pertiga ditambah satu. Mereka semua disumpah untuk merahasiakan hasil pemungutan suara.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
