Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 September 2021 | 03.42 WIB

Zack Lee Menangis Wawancarai Legenda Kuliner di Pecinan Jakarta Kota

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Zack Lee dan Sheila Timothy pertama kalinya menjajal profesi baru di dunia hiburan sebagai sutradara. Keduanya berkolaborasi membuat serial dokumenter berjudul Once Upon a Time in Chinatown untuk tayangan di platform streaming Vision+.

Once Upon a Time in Chinatown mengisahkan tentang perjalanan 7 restoran legendaris yang lekat dengan budaya Tionghoa di kawasan Kota, Jakarta. Sejumlah restoran tersebut sudah puluhan tahun beroperasi. Diantaranya adalah restoran Kwetiau Sapi 78, Nasi Ayam Hainam Apollo, Siauw A Tjiap, Lomie Amen Pinangsia, Bakmie Acang, Bakmie Encim Anggur, dan Ketupat Cap Go Meh.

Serial ini menggali cerita-cerita inspiratif dari para pemilik restoran selama menjalani bisnis dan kehidupan mereka yang belum pernah diceritakan ke publik sebelumnya. Makanan menjadi pengantar untuk mendalami kehidupan dan budaya mereka.

Selain sebagai sutradara, dalam docuseries garapan rumah produksi Lifelike Pictures itu, Zack Lee juga mewawancarai narasumber secara langsung. Zack Lee mengaku sampai menangis ketika mendengar cerita mereka yang sangat menyentuh hati. Ada nuansa sentimentil dialami mantan suami Nafa Urbach dan sejumlah kru yang terlibat dalam proses pengambilan gambar saat menjalani syuting.

"Setiap interview dengan pelaku kuliner di Chinatown, kita sangat terkesan dan sangat terinspirasi. Saat syuting kita semua menangis dengar kisah mereka. So inspiring and so powerful!" ujar Zack Lee dalam keterangan tertulis diterima JawaPos.com Senin (27/9).

Lebih lanjut diungkapkannya, ide dari cerita ini adalah memproduksi food documenter dengan menggunakan makanan sebagai medium untuk menceritakan kisah hidup mereka.

"Karena kita ingin dokumenter ini tidak hanya soal makan-makan tetapi punya pesan moral, bisa menginspirasi generasi kita, menceritakan kisah yang mungkin sudah hilang dan kita belum tahu. Kita beruntung mengetahui dari mereka langsung," papar Zack Lee.

Sheila Timothy mengaku sangat bersyukur dipertemukan dengan sejumlah pemilik restoran dengan cerita luar biasa saat mengerjakan Once Upon a Time in Chinatown. Dia juga senang bisa berkolaborasi dengan Zack Lee sebagai sutradara.

"Ide awalnya sebenarnya hanya ingin mengangkat budaya dan kuliner, tapi akhirnya berkembang menjadi suatu karya yang sangat hangat dan penuh inspirasi. Ditambah dengan visual, music dan sound design yang sangat cantik," tutur Sheila Timothy.

Serial dokumenter ini juga melibatkan beberapa paker kuliner. Mereka adalah Tirta Lie, William Wongso dan Pakumala Joehana. Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+ mengatakan, di balik cerita kuliner, serial ini menyimpan banyak cerita yang menarik. Pada docuseries tersebut, penonton akan diajak untuk masuk lebih dalam ke sendi kehidupan pemilik resto yang selama ini belum pernah dibuka ke orang lain.

"Sekaligus akan mengungkap latar belakang dari setiap menu kuliner legendaris yang tercipta. Semua cerita ini dirangkum menjadi sebuah kemasan yang sentimental, apa adanya dan pastinya akan mengispirasi semua kalangan,” ujar Clarissa.

Selain versi seriesnya, Vision+ dan Lifelike Pictures juga akan merilis episode khusus menampilkan Sheila Timothy, Zack Lee, Tirta Lie, Lukman Sardi dan pakar kuliner untuk membahas budaya di balik kuliner Tionghoa di Indonesia. Episode khusus ini akan dirilis seminggu sebelum seriesnya rilis di Vision+. Tepatnya pada 1 Oktober 2021. Itu menjadi pengantar untuk memberikan gambaran tentang serial Once Upon a Time in Chinatown.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore