Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 21.48 WIB

TVING Minta Maaf Usai Kebocoran Data, Siapkan Kompensasi untuk Pengguna 

TVING meminta maaf (x @tang_kira)
TVING meminta maaf (x @tang_kira)
 
JawaPos.com – TVING menyampaikan permintaan maaf secara resmi terkait insiden kebocoran data yang menimpa layanan OTT tersebut.
 
Dikutip dari Dispatch, dalam konferensi pers di Koreana Hotel, Seoul, pada 3 September, CEO TVING Choi Joo-hee mengaku bertanggung jawab karena gagal memberikan layanan yang aman bagi pelanggan.
 
Ia juga menegaskan bahwa perusahaan menerima hasil investigasi gabungan pemerintah dan sektor swasta serta berkomitmen menjalankan seluruh langkah perbaikan yang diperlukan.
 
TVING pun menyiapkan perubahan besar pada sistem keamanan. Hingga 2030, perusahaan berencana meningkatkan investasi dan tenaga kerja di bidang keamanan informasi hingga sekitar empat kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya.
 
Jumlah tenaga ahli keamanan juga akan ditambah hingga tiga kali lipat. Prinsip Zero Trust akan menjadi fondasi utama, dengan sistem autentikasi dan pengendalian akses yang diperketat di setiap tahapan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
 
TVING juga menyiapkan paket kompensasi bagi pelanggan terdampak. Pengguna akan mendapatkan asuransi perlindungan selama satu tahun untuk kerugian akibat kejahatan seperti peretasan dan phishing, dengan dukungan hingga maksimal 3 juta won per orang.
 
Selain itu, pelanggan akan memperoleh peningkatan lingkungan menonton ke level premium tanpa perlu mengajukan permohonan secara terpisah, serta TVING Points senilai 5.000 won.
 
Tersedia pula pilihan antara langganan satu bulan paket Wavve dengan iklan atau kupon diskon CGV. Program kompensasi tersebut dapat diajukan mulai 7 hingga 30 September dan berlaku mulai 6 Oktober.
 
Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan mengungkap skala kebocoran dalam hasil investigasi yang diumumkan pada hari yang sama.
 
Sekitar 39,54 juta akun pengguna diketahui bocor ke luar. Sebanyak 20 kategori atau 70 jenis informasi pribadi terdampak, termasuk nama, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor telepon, alamat email, serta informasi terhubung berupa CI.
 
Kata sandi disebut tidak ikut bocor karena telah dienkripsi satu arah. Namun, nomor telepon dan alamat email beserta kunci enkripsinya turut terekspos sehingga tim investigasi menilai kondisinya secara efektif setara dengan kebocoran dalam bentuk teks biasa.
 
Tidak hanya data pribadi, aset teknis internal TVING juga ikut terdampak. Sebanyak 361 proyek pengembangan, termasuk kode sumber, dilaporkan bocor dengan total kapasitas mencapai 30,35 GB.
 
Penyerang diduga berhasil masuk ke sistem internal setelah memperoleh access key untuk lingkungan pengembangan yang digunakan salah satu pengembang.
 
Tim investigasi menemukan sejumlah kelemahan, mulai dari pengelolaan kunci akses yang tidak memadai, minimnya pemantauan, hingga kurangnya tenaga khusus keamanan informasi.
 
Masalah lain juga ditemukan dalam proses pelaporan insiden. TVING mengetahui adanya pelanggaran keamanan pada 31 Mei pukul 10.10 pagi, tetapi baru melaporkannya kepada Korea Internet & Security Agency (KISA) sekitar pukul 3 sore pada 1 Juni. Waktu tersebut melewati batas pelaporan wajib 24 jam.
 
Kementerian Sains dan TIK menilai TVING melanggar ketentuan yang berlaku dan berencana mengenakan denda hingga 30 juta won.
 
Di tengah persoalan tersebut, CEO Choi kembali menyatakan bahwa TVING akan membangun ulang sistem keamanan dari dasar dan menjadikan perlindungan informasi sebagai prioritas utama untuk mengembalikan kepercayaan pelanggan.
 
 
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore