Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Oktober 2026 | 04.07 WIB

Hilirisasi Kelapa Digenjot, Pabrik Baru Bidik Kapasitas 1 Juta Butir per Hari

Jerry Hermawan Lo menggenjot hilirisasi kelapa lewat ekspansi pabrik PT RAI untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan petani. (Dok. JHL) - Image

Jerry Hermawan Lo menggenjot hilirisasi kelapa lewat ekspansi pabrik PT RAI untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dan kesejahteraan petani. (Dok. JHL)

JawaPos.com – Founder JHL Group sekaligus owner PT Royal Agro Industri (RAI) Jerry Hermawan Lo terus mengembangkan industri hilir kelapa di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Jerry menilai, kelapa merupakan komoditas yang memiliki potensi ekonomi besar. Hampir seluruh bagiannya bisa diolah menjadi berbagai produk untuk kebutuhan pangan, industri, hingga pertanian.

Menurut dia, potensi tersebut perlu dimaksimalkan melalui hilirisasi. Dengan mengolah kelapa menjadi produk turunan, Indonesia tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga berpeluang memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas tersebut.

“Kelapa itu semua bagiannya bisa dimanfaatkan,” ujar Jerry saat mengunjungi booth Royal Agro Industri dan Roemah Koffie di Trade Expo Indonesia, Sabtu (17/10).

Melalui PT RAI, Jerry saat ini menaungi sejumlah pabrik pengolahan kelapa. Di antaranya PT Dewa Agricoco Industri (DAI) di Halmahera, Maluku Utara, PT Tri Mustika Cocomanaesa di Manado, Sulawesi Utara, serta PT Samuda Coco Indonesia di Sampit, Kalimantan Tengah.

Perusahaan juga tengah membangun pabrik baru di Riau untuk memenuhi permintaan produk olahan kelapa yang terus meningkat di pasar global.

“Karena permintaan hasil pengolahan kelapa di dunia terus meningkat, saat ini kami sedang membangun satu pabrik lagi di Riau. Yakni, PT Garuda Coco Industri,” sambung Jerry.

Dia menjelaskan, daging kelapa dapat diolah menjadi santan, minyak kelapa, serta kelapa parut kering atau desiccated coconut. Sementara itu, air kelapa bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produk pangan, termasuk nata de coco.

Bagian lain juga memiliki nilai ekonomi. Sabut kelapa dapat diolah menjadi cocofiber untuk berbagai kebutuhan industri, sedangkan material sabut yang diproses menjadi cocopeat bisa digunakan sebagai media tanam dalam kegiatan hortikultura.

Adapun tempurung kelapa dapat diolah menjadi arang dan bahan baku produk berbasis karbon. Beragam produk turunan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas rantai industri kelapa, mulai dari pengolahan hingga pemasaran.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore