JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pidato Imlek, Duterte Tekankan Persahabatan Filipina-Tiongkok

05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
imlek, tiongkok, taiwan, filipina, duterte,
Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan pesan persahabatan dan menekankan kerja sama yang lebih baik dalam pidatonya pada Tahun Baru Imlek (Manila Bulletin)
Share this

JawaPos.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan pesan persahabatan dan menekankan kerja sama yang lebih baik dalam pidatonya pada Tahun Baru Imlek. Padahal, hubungan negara-negara Asia Tenggara khususnya Filipina dan Tiongkok mengalami turun-naik dengan adanya perselisihan di Laut Cina Selatan.

"Persahabatan dan kerja sama yang ditempa antara Filipina dan Tiongkok tidak hanya mengarah pada kemakmuran yang lebih besar dan pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara, tetapi juga memunculkan budaya unik yang dipupuk dengan harmoni di tengah keragaman," kata Duterte kepada komunitas Tiongkok di Filipina, dikutip dari Express (5/2).

imlek, tiongkok, taiwan, filipina, duterte,
Dalam pidatonya, Duterte juga mendesak orang Tiongkok-Filipina untuk menumbuhkan nilai-nilai dan cita-cita yang mendorong tekad kuat, untuk mengantarkan perdamaian (Newsweek)

Pada 2013, Tahun Baru Imlek dinyatakan sebagai hari libur oleh Senat Filipina, sebagai tanda niat baik dan persahabatan antara Filipina dan Tiongkok. Pada saat itu disebut sekitar 1,35 juta orang Tionghoa yang tinggal di Filipina dan 22,8 juta orang Filipina yang keturunan Tionghoa.

Dalam pidatonya, Duterte juga mendesak orang Tiongkok-Filipina untuk menumbuhkan nilai-nilai dan cita-cita yang mendorong tekad kuat, untuk mengantarkan perdamaian.

"Semoga tahun baru ini membawa harapan, inspirasi dan lebih banyak prestasi bagi komunitas Tiongkok-Filipina dan seluruh bangsa," katanya menambahkan.

Di bawah kepemimpinan Duterte, Manila dan Beijing telah meningkatkan kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, investasi, pertanian, pariwisata, pertukaran budaya dan kerja sama antar masyarakat meskipun ada perselisihan yang sedang berlangsung di Laut Cina Selatan.

Laut Cina Selatan, yang terletak di antara barat Filipina, telah menjadi sarang perselisihan. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengatakan bahwa Filipina akan menentang pembukaan pusat penyelamatan maritim oleh Beijing di Laut Cina Selatan.

"Kami akan memprotes jika laporan itu ternyata benar, namun saya lebih suka melibatkan mereka secara terbuka di Majelis Umum PBB," katanya di Twitter.

Komentarnya muncul setelah Juru Bicara Duterte ,Salvador Panelo mengatakan pekan lalu bahwa Filipina harus berterima kasih kepada Tiongkok, mengklaim pusat penyelamatan dapat membantu semua orang.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Alur Cerita Berita

1.000 Lilin Menyala di Wihara Dharmakirti 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Imlek, 100 Burung Pipit Terjual Dalam Sehari 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Warga Tionghoa Berharap Kerukunan Tetap Terjaga 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Maha Vihara Duta Maitreya Sajikan Makanan Gratis 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Barongsai Jadi Daya Tarik di Kelenteng Kong Miau 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Meneropong Tahun Babi Tanah 2019 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Eksistensi Suku Hokkian di Kota Malang 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Wajib Ada, Ini Makna 5 Makanan Khas Imlek 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Kue Keranjang, dan Rencana Bandara Baru 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Selama Dikukus Tidak Dianjurkan Bicara 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Selera Nusantara dalam Tionghoa 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Tahun Babi Tanah, Alam Belum Bersahabat 05 Februari 2019, 15:46:46 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up