JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pemerintah Yaman dan Houthi Cari Cara Akhiri Perang

06 Desember 2018, 17:12:56 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pemerintah yaman, yaman, houthi,
Pembicaraan damai yang disponsori PBB untuk mengakhiri perang saudara di Yaman dimulai hari ini (Kamis (6/12) di Swedia (Al Jazeera)
Share this

JawaPos.com - Pembicaraan damai yang disponsori PBB untuk mengakhiri perang saudara di Yaman dimulai hari ini (Kamis (6/12) di Swedia.

Sebuah tim PBB akan bekerja berdampingan dengan delegasi dari pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi di kastil Johannesbergs di luar Stockholm untuk memungkinkan pembicaraan informal yang berlangsung seminggu terakhir.

Ini adalah bagian dari konsultasi yang dilanjutkan untuk pertama kalinya sejak 2016. Upaya terakhir pada perdamaian yang dinegosiasikan gagal pada bulan September lalu ketika Houthi gagal muncul di Jenewa.

pemerintah yaman, yaman, houthi,
Sebuah tim PBB akan bekerja berdampingan dengan delegasi dari pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi di kastil Johannesbergs di luar Stockholm untuk memungkinkan pembicaraan informal yang berlangsung (Reuters)

Perang di Yaman sendiri diketahui telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dalam beberapa kali terakhir. Ribuan orang tewas dalam pertempuran dan jutaan orang telah didorong ke jurang kelaparan.

Pembicaraan terbaru tidak diharapkan untuk memberikan terobosan, melainkan untuk mencegah pertempuran habis-habisan bagi pelabuhan Laut Merah Hudaydah yang dikuasai pemberontak di mana ribuan warga sipil terperangkap.

PBB juga berharap untuk datang dengan kerangka kerja untuk pembicaraan tentang bagaimana solusi politik masa depan di Yaman akan terlihat.

Seperti dilansir RMOL.co (Jawa Pos Grup), para pejabat mengatakan pembicaraan itu diperkirakan akan berlangsung seminggu dan bersifat informal melalui kelompok kerja.

"Pada beberapa masalah, akan masuk akal bagi kedua belah pihak untuk duduk bersama, pada yang lain mereka akan berdiskusi dalam kelompok terpisah," kata satu sumber kepada BBC.

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up