JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dokter Ancam Hentikan Operasi Jika Pasien Ogah Bayar 2.230 Dolar

07 Desember 2018, 17:12:43 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
dokter, operasi, dokter ancam pasien,
Ilustrasi: Pasien itu diancam oleh seorang dokter untuk membayar operasi sebesar 15.300 Yuan (USD 2.230) jika pasien yang sedang dioperasi itu ingin operasinya dilanjutkan (Pixabay)
Share this

JawaPos.com – Sebuah rumah sakit di Tiongkok Barat Laut akan memberi kompensasi kepada pasien yang jadi korban kekejaman seorang dokter. Pasien itu diancam oleh seorang dokter untuk membayar operasi sebesar 15.300 Yuan (USD 2.230) jika pasien yang sedang dioperasi itu ingin operasinya dilanjutkan.

Pasien itu, yang bermarga Yao, seorang turis dari Provinsi Yunnan. Ia melakukan konsultasi di rumah sakit di Provinsi Gansu pada 25 Oktober dan membayar dokter 538 Yuan di muka. Namun, dokter yang tidak disebutkan namanya itu menghentikan operasi di tengah jalan dan menuntut 15.300 Yuan lebih banyak dari pasiennya atau operasi tidak akan berlanjut.

Dokter mengatakan kepadanya bahwa kelenjar limfanya meradang dan saraf yang terbuka perlu diperbaiki, jika tidak, dia akan menghadapi lebih banyak masalah di masa depan. Yao mengatakan, dia takut tetapi karena dia masih terpengaruh dari obat bius, dia tidak punya pilihan selain menyetujui tuntutan dokter bedah tersebut. Luka-lukanya diperban dan dia disuruh turun untuk melakukan pembayaran.

dokter, operasi, dokter ancam pasien,
Ilustrasi: Usai peristiwa memilukan itu, Yao mengajukan keluhan kepada pihak berwenang Lanzhou (PIxabay)

Usai peristiwa memilukan itu, Yao mengajukan keluhan kepada pihak berwenang Lanzhou. Pihak berwenang mencapai kesepakatan setelah mediasi oleh Biro Kesehatan dan Perencanaan Kabupaten Chengguan Kota Lanzhou. Kecurangan medis merajalela di Tiongkok, di mana rumah sakit swasta dikelola dengan buruk dan sering kali membebani pasien dengan biaya tinggi hanya untuk perawatan ringan.

Kasus lain dari ahli bedah yang secara ilegal mengenakan biaya tambahan menjadi berita utama ketika seorang pasien di Provinsi Hubei dipaksa untuk membayar 2.000 Yuan tambahan di meja operasi.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up