JawaPos Radar

Polisi Temukan Sisa Jasad Bocah Laki-laki di Gurun New Mexico

08/08/2018, 12:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
polisi temukan sisa jasad bocah
Sisa-sisa jasad seorang bocah laki-laki ditemukan di sebuah kompleks gurun terpencil di New Mexico. Polisi menemukannya setelah membuat pengumuman sehari setelah menyelamatkan 11 anak-anak kurang gizi yang disandera (The Nature Conservancy)
Share this

JawaPos.com - Sisa-sisa jasad seorang bocah laki-laki ditemukan di sebuah kompleks gurun terpencil di New Mexico. Polisi menemukannya setelah membuat pengumuman sehari setelah menyelamatkan 11 anak-anak kurang gizi yang disandera.

Polisi awalnya menggerebek kompleks itu untuk mencari bocah laki-laki berusia empat tahun yang hilang yang diketahui sebagai Abdul Ghani Wahhaj. Ayahnya Siraj Wahhaj telah ditangkap.

Sheriff Taos County Jerry Hogrefe mengatakan, pihak berwenang menunggu identifikasi sisa-sisa jasad apakah itu sisa-sisa jasad Abdul Ghani. Sementara sang ayah, Wahhaj ditahan bersama dengan seorang lelaki lainnya Lucas Morton. Keduanya dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak.

polisi temukan sisa jasad bocah
Sheriff Taos County Jerry Hogrefe mengatakan, pihak berwenang menunggu identifikasi sisa-sisa jasad apakah itu sisa-sisa jasad Abdul Ghani (Pixabay)

Menurut Kantor Taos Country Sheriff di Facebook, selain Wahhaj dan Morton, tiga perempuan lainnya juga ditangkap. Menurut kantor Taos County Sheriff di Facebook. Mereka yang disandera adalah 11 anak-anak yang berusia antara 1 sampai 15 tahun.

Sang ayah juga dituduh meninggalkan Clayton County, Georgia, Desember lalu bersama Abdul Ghani. "Kami menemukan sisa-sisa kemarin pada ulang tahun keempat Abdul," kata Sheriff Hogrefe pada Selasa (7/8).

Menurut dokumen pengadilan, Wahhaj mengatakan kepada ibu anak laki-laki itu bahwa dia berencana untuk melakukan eksorsisme pada anak. Surat perintah itu mengatakan, bocah itu menderita masalah medis yang parah, tetapi ayahnya yakin dia dikuasai oleh setan.

Kompleks tersebut berada di tanah milik penduduk setempat. Jason Badger mengatakan, dia berulang kali meminta pihak berwenang setempat untuk memindahkan kelompok itu dari kawasannya tersebut.

Pihak berwenang melakukan serangan setelah menerima pesan anonim yang mengatakan di sana ada anak-anak kelaparan dan kekurangan air.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up