JawaPos Radar

Gara-gara Racun 1080, PM Selandia Baru Jacinda Ardern Diancam Mati

08/11/2018, 16:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
racun 1080, selandia baru, aktivis,
Menteri Konservasi Selandia Baru Eugenie Sage menuduh para aktivis yang menentang penggunaan racun 1080 menyebarkan berita palsu tentang racun tersebut (The Guardian)
Share this

JawaPos.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengaku, ia pernah mendapatkan ancaman akan dibunuh. Dilansir dari The Guardian pada Rabu, (7/11), Ardern mengatakan kepada stasiun televisi lokal bahwa ancaman yang diterimanya berkaitan dengan penggunaan racun 1080 untuk membunuh hewan liar yang menjadi hama bagi pertanian di Selandia Baru.

Namun Ardern merasa lebih prihatin tentang peningkatan tingkat ancaman pelecehan dan kekerasan terhadap staf konservasi. "Ketika staf saya melakukan pekerjaannya, mereka menjadi sasaran kekerasan atau ancaman kekerasan. Itu yang membuat saya khawatir," kata Ardern.

Gerakan oposisi terhadap penggunaan pestisida telah berkembang selama beberapa bulan terakhir. Staf Kementerian Konservasi telah mendapatkan berbagai bentuk ancaman, mulai dari ban kendaraan yang disobek, mur roda yang dilonggarkan, dikunci di taman nasional, memblokir jalan keluar, menerima ancaman secara verbal dan sosial, termasuk ancaman kematian. Kekerasan yang dilakukan oposisi semakin meningkat.

racun 1080, selandia baru, aktivis,
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengaku, ia pernah mendapatkan ancaman akan dibunuh (BBC)

Pada bulan September, para penentang kebijakan pemerintah melakukan kampanye anti-1080. Mereka meninggalkan puluhan bangkai burung di tangga parlemen. Padahal, setelah dilakukan uji toksikologi, hasil lab menunjukkan burung-burung tidak memiliki kandungan racun 1080 dalam tubuh mereka.

Menteri Konservasi Selandia Baru Eugenie Sage menuduh para aktivis yang menentang penggunaan racun 1080 menyebarkan berita palsu tentang racun tersebut. Menurut Kementerian Konservasi racun 1080  tidak meninggalkan residu permanen atau akumulasi di air, tanah, tanaman atau hewan, dan menyebabkan sedikit risiko bagi manusia atau lingkungan.

Racun 1080 merupakan senyawa kimia sodium fluoroacetate. Ini merupakan alat utama Pemerintah Selandia Baru untuk membasmi hama seperti posum, cerpelai, dan musang. Namun para aktivis mengatakan, zat tersebut mengancam satwa liar asli, mencemari sungai dan saluran air, juga berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan.

Pada hari Rabu polisi menangkap seorang aktivis anti-1080 dan menuduhnya dengan empat tuduhan pemerasan terkait surat ancaman yang ia kirim ke staf departemen konservasi di New Plymouth selama setahun terakhir. “Staf departemen harus dapat melanjutkan pekerjaan mereka untuk melindungi kawasan konservasi tanpa takut dilukai atau dilecehkan,” kata Department’s Director General, Lou Sanson.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up