JawaPos Radar | Iklan Jitu

Terusir dari AS, Mantan Nazi Meninggal di Panti Jompo Jerman

11 Januari 2019, 12:24:46 WIB
nazi, jerman, kamp, kamp konsentrasi,
Sebelum deportasinya, mantan penjaga itu tinggal di wilayah Queens di New York City. Rumahnya sering didatangi oleh pengunjuk rasa yang menuntut pengusirannya (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Seorang mantan anggota Nazi yang bertugas sebagai penjaga kamp kerja paksa pada Perang Dunia II meninggal di Jerman pada usia 95 tahun. Jakiw Palij yang dianggap sebagai kolaborator Nazi terakhir yang tinggal di AS, dideportasi ke Jerman tahun lalu setelah pertempuran hukum yang panjang.

Palij tidak memiliki kewarganegaraan sejak tahun 2003 ketika seorang hakim federal mencabut kewarganegaraan AS-nya atas hubungan Nazi. Laporan mengatakan, dia meninggal di sebuah panti jompo di Kota Ahlen.

Sebelum deportasinya, mantan penjaga itu tinggal di wilayah Queens di New York City. Rumahnya sering didatangi oleh pengunjuk rasa yang menuntut pengusirannya.

nazi, jerman, kamp, kamp konsentrasi,
Palij sendiri membantah bekerja sama dengan Nazi. Dia mengatakan pada New York Times pada 2003 ia bekerja untuk mereka karena khawatir akan keselamatan keluarganya sendiri (Mary Evans)

Kasus deportasi Palij diselesaikan tahun lalu ketika Jerman setuju untuk membawanya. Meskipun dia tidak memiliki kewarganegaraan Jerman. Pada bulan Agustus, pria berusia 95 tahun itu dibawa dari rumahnya dengan kursi roda dan diterbangkan ke Düsseldorf.

Pada saat itu Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell, memuji kepemimpinan Presiden Donald Trump dalam membantu menyelesaikan sengketa hukum yang berkepanjangan.

Palij diyakini lahir pada tahun 1923, di daerah Polandia yang sekarang di Ukraina. Pemerintah AS menuduh dia dilatih pada tahun 1941 oleh Nazi untuk bekerja di Trawniki - sebuah kamp di Polandia yang diduduki Jerman.

Kamp awalnya berfungsi sebagai pusat penahanan bagi pengungsi dan tawanan perang Soviet, tetapi pada akhirnya diubah oleh menjadi fasilitas pelatihan.

Ribuan yang dilatih di sana kemudian dikenal sebagai pria Trawniki yang bertugas mengumpulkan warga sipil Yahudi dari Polandia dan mengelola pusat-pusat pembunuhan di Sobibor, Treblinka, dan Belzec.

Tempat itu juga menampung sebuah kamp kerja paksa, dan ribuan orang Yahudi meninggal. Termasuk 6.000 yang terbunuh dalam satu hari pada tahun 1943.

Otoritas AS menuduh Palij sebagai penjaga bersenjata di Trawniki, dan mengatakan ia memainkan peran yang sangat diperlukan dalam memastikan orang Yahudi terbunuh.

Palij sendiri membantah bekerja sama dengan Nazi. Dia mengatakan pada New York Times pada 2003 ia bekerja untuk mereka karena khawatir akan keselamatan keluarganya sendiri. Dia juga menyangkal pernah menginjakkan kaki di kamp sendiri.

Pengadilan AS memutuskan bahwa ia telah membantu penganiayaan terhadap para tahanan, tetapi tidak menemukan bahwa dia secara pribadi bertanggung jawab atas kematian Yahudi.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini