JawaPos Radar | Iklan Jitu

Trump Mengaku Bekerja Lebih Lama dari Presiden AS Sebelumnya

11 Februari 2019, 13:20:08 WIB
waktu eksekutif, donald trump, trump, as,
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, ia bekerja lebih lama daripada presiden-presiden AS sebelumnya. Hal ini dikatakan Trump karena baru-baru ini beredar jadwal 'waktu eksekutif' miliknya ke publik (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, ia bekerja lebih lama daripada presiden-presiden AS sebelumnya. Hal ini dikatakan Trump karena baru-baru ini beredar jadwal 'waktu eksekutif' miliknya ke publik.

Waktu eksekutif adalah jadwal tidak tersusun yang biasanya dipergunakan untuk membaca koran, menelepon, hingga menonton televisi. Dalam laporan yang dipublikasikan Axios pekan lalu, 60 persen dari agenda Trump selama tiga bulan terakhir merupakan 'waktu eksekutif'.

waktu eksekutif, donald trump, trump, as,
Setelah Axios menerbitkan jadwalnya pada 3 Februari, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menuliskan, Trump memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dari para pendahulunya (The Hill)

"Media bisa mendapatkan jadwal kerja saya, sesuatu yang sangat mudah dilakukan, tetapi seharusnya dilaporkan sebagai hal positif, bukan negatif," kata Trump di Twitter-nya pada Minggu (10/2).

“Ketika istilah waktu eksekutif digunakan, saya umumnya bekerja, bukan santai. Faktanya, saya mungkin bekerja lebih lama daripada hampir semua presiden sebelumnya," lanjutnya dilansir dari New York Post

Situs web Axios, mengutip 51 jadwal pribadi yang disediakan oleh sumber Gedung Putih, mengungkapkan bahwa Trump menghabiskan 60 persen waktunya sejak hari setelah pemilihan paruh waktu November untuk  waktu eksekutif di tempat pribadinya.

Laporan itu mengatakan, dia menghabiskan 297 jam dan 15 menit dalam wa ktu eksekutif dari total 502 jam dan 55 menit yang tercakup dalam jadwal. Sebaliknya, dia menghabiskan 77 jam, 5 menit, dalam pertemuan selama periode itu.

Setelah Axios menerbitkan jadwalnya pada 3 Februari, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menuliskan, Trump memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dari para pendahulunya.

Direktur Operasi Oval Office Madeleine Westerhout menyebut, kebocoran itu sebagai pelanggaran kepercayaan yang memalukan. Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney pada hari Minggu mengatakan, mereka mengincar pelakunya.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up