JawaPos Radar | Iklan Jitu

Polisi Malaysia Batalkan Pernikahan Gadis Rohingya 11 Tahun

12 Februari 2019, 07:10:59 WIB
rohingya, malaysia, myanmar, pengungsi rohingya,
Polisi dan otoritas agama Islam setempat melakukan intervensi ketika gadis yang sangat belia (tengah) akan dinikahkan oleh orangtuanya dengan pemuda, 20 (kiri) (Free Malaysia Today)
Share this

JawaPos.com - Polisi di Malaysia membatalkan pernikahan gadis Rohingya berusia 11 tahun. Polisi dan otoritas agama Islam setempat melakukan intervensi ketika gadis yang sangat belia itu akan dinikahkan oleh orang tuanya dengan pemuda 20 tahun. Dilansir dari Free Malaysia Today pada Sabtu (9/2) Kepala Polisi Seberang Perai Tengah, Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid mengatakan, enam anggota otoritas agama Islam setempat membahas kesejahteraan pengungsi muda Rohingya dengan orang tuanya.

Pada hari sebelumnya, seorang aktivis setempat telah memperingatkan polisi kalau gadis belia itu akan dinikahkan dengan seorang lelaki Rohingya. Upacara kemudian dibatalkan setelah ada desakan polisi.

Ayah dari calon mempelai perempuan mengatakan kepada polisi mengenai alasannya ingin menikahkan putrinya karena sedang menghadapi kesulitan keuangan. Pernikahan seperti itu adalah praktik umum di komunitas Rohingya.

rohingya, malaysia, myanmar, pengungsi rohingya,
Pengungsi Rohingya hidup dalam kemiskinan (Reuters)

Nik Ros mengatakan, intervensi dilakukan agar otoritas agama belajar lebih banyak tentang keluarga gadis itu. Diketahui, ayahnya adalah buruh kontrak dan ibunya seorang ibu rumah tangga.

Menurut Nik Ros, Departemen Kesejahteraan dan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) telah diberitahu tentang masalah ini dan akan membantu keluarga itu jika memungkinkan. “Ayah dari pengantin perempuan telah setuju untuk membatalkan pernikahan anaknya dan hanya akan menikahkan anaknya setelah dia mencapai usia yang cukup dan legal. Bagian layanan anak Departemen Kesejahteraan akan memantau gadis itu terus-menerus," katanya.

Seorang aktivis, K Sudhagaran Stanley yang memberi tahu polisi tentang kasus ini mengatakan, kasus seperti itu bukanlah pertama kalinya. Beberapa bulan yang lalu dengan bantuan dari UNHCR, dia menghentikan pernikahan seorang gadis 12 tahun dengan pria 30 tahun di Penang.

Sudhagaran mengatakan, gadis muda itu adalah seorang murid di sekolah yang dia kelola. Sekolahnya memberikan pendidikan gratis kepada para pengungsi di Penang.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Dinda Lisna
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up