JawaPos Radar | Iklan Jitu

AS Kembalikan 3 Lonceng Balangiga Penanda Pembantaian di Filipina

12 Desember 2018, 10:43:01 WIB
lonceng gereja, filipina, as, Balangiga,
Lonceng tiba pada hari Selasa di Ibu Kota Manila. Lonceng-lonceng gereja itu secara resmi diterima oleh Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana di sebuah pangkalan militer (Reuters)
Share this

Jawapos.com - Lonceng Balangiga yang diambil oleh pasukan AS setelah membakar kota di Filipina pada bentrokan tahun 1901 tiba kembali di Filipina pada hari Selasa. Dilansir dari Al Jazeera pada Senin (10/12), jika ada satu hal yang diketahui oleh warga Filipina di kota pedesaan Balangiga, itulah yang disebut pembantaian yang melibatkan tiga lonceng gereja yang berakhir di negara bagian AS.

"Kembalikan lonceng Balangiga milik Filipina itu. Mereka milik kita," ujar Duterte dalam sebuah pidatonya beberapa waktu yang lalu.

Pada hari Selasa, 117 tahun sejak pasukan AS mengambil lonceng-lonceng tersebut dari menara lonceng kota yang terbakar,  lonceng Balangiga tiba. Lonceng Balangiga merupakan pengingat insiden pembantaian Balangiga yang menewaskan puluhan tentara AS dan serangan balasan oleh tentara AS yang menyebabkan ratusan orang Filipina mati atau kelaparan. Dulu Filipina merupakan negara jajahan AS.

lonceng gereja, filipina, as, Balangiga,
Lonceng Balangiga yang diambil oleh pasukan AS setelah membakar kota di Filipina pada bentrokan tahun 1901 tiba kembali di Filipina pada hari Selasa (World Pro News)

Dalam serangan rahasia pada tanggal 28 September 1901, sekitar 500 orang Filipina bersenjata dengan parang menyerang tentara AS yang sedang sarapan di garnisun mereka di Balangiga.  Pembantaian tentara AS dimulai dengan berdentangnya lonceng-lonceng gereja Balangiga.

Sebanyak 48 dari 78 tentara AS tewas atas serangan warga Filipina itu yang sedang melawan penjajah. Sementara mereka yang selamat bergegas ke pantai dan naik perahu ke tempat yang aman. Hari berikutnya, tentara AS kembali ke Balangiga dengan perintah untuk meruntuhkan kota kecil tersebut.

Jendral Jacob Smith memberi tahu tentaranya kalau sangat menyenangkan jika tentara AS membunuh dan membakar kota itu. Ia memerintahkan tentaranta meninggalkan tempat itu menjadi padang gurun.

Tentara AS menjarah gereja di Balangiga dan membawa semua loncengnya sebagai piala perang. Dua lonceng ditaruh di monumen di pangkalan angkatan udara di Wyoming, AS. Lonceng yang ketiga, yang lebih kecil ditaruh di fasilitas militer AS di Korea Selatan.

Setelah memperoleh kemerdekaan dari AS pada tahun 1946, Filipina melakukan upaya konstan untuk mendapatkan kembali lonceng-lonceng gereja mereka dari Pemerintah AS tetapi tidak berhasil. Baru di era Duterte lonceng-lonceng itu dikembalikan.

AS akhir-akhir ini telah meningkatkan bantuan militer, ekonomi, dan kemanusiaan ke Filipina senilai beberapa juta dolar. Pada  Agustus, Pemerintah AS mengumumkan akan mengembalikan lonceng Balangiga ke Filipina.

Lonceng tiba pada hari Selasa di Ibu Kota Manila. Lonceng-lonceng gereja itu secara resmi diterima oleh Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana di sebuah pangkalan militer. Lalu pada hari Sabtu, Duterte akan memimpin pemasangan ulang loneceng-lonceng tersebut di Balangiga dalam sebuah upacara yang diharapkan untuk menegaskan kembali hubungan kedua negara.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up