JawaPos Radar

Singkirkan Dominasi Tiongkok AS Beri Bantuan Sri Lanka USD 39 Juta

14/08/2018, 15:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Singkirkan Dominasi Tiongkok AS Beri Bantuan Sri Lanka USD 39 Juta
Sri Lanka negara yang terkenal dengan gajahnya (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) memberi militer Sri Lanka USD 39 juta untuk memerangi investasi Tiongkok di pulau strategis tersebut. Kementerian Luar Negeri akan menyediakan dana sebagai pembiayaan militer asing untuk meningkatkan keamanan maritim.

Dilansir South China Morning Post pada Selasa, (14/8), bantuan tersebut datang setelah Tiongkok meningkatkan investasi di pelabuhan dan proyek pembangunan lainnya di Sri Lanka dalam program Belt and Road yang ambisius. "Kami berharap dapat berdiskusi dengan Pemerintah Sri Lanka bagaimana kontribusi ini dapat mendukung inisiatif kami di Teluk Benggala dan prioritas bantuan kemanusiaan dan bencana Sri Lanka," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri AS.

Pekan lalu, Bank Sentral Sri Lanka mengumumkan telah mendapatkan pinjaman Tiongkok sebesar USD 1 miliar karena pulau itu mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Beijing. AS telah menghentikan penjualan senjata ke Sri Lanka selama puncak perang separatis Tamil, yang berakhir pada 2009.

Kekuatan global juga sangat kritis terhadap catatan hak asasi manusia dari mantan Presiden Mahinda Rajapakse. Beberapa komandan militer senior dari rezim Rajapakse telah ditolak visanya untuk mengunjungi AS.

Pendanaan AS untuk Sri Lanka adalah bagian dari paket bantuan AS USD 300 juta yang disisihkan untuk Asia Selatan dan Tenggara guna memastikan orde yang bebas, terbuka, dan berbasis aturan di kawasan Indo-Pasifik.

Tiongkok telah berjanji untuk terus memberikan bantuan keuangan, termasuk pinjaman ke Sri Lanka meski ada peringatan tentang utang negara pulau yang meningkat. Sri Lanka tahun lalu memberikan sewa 99 tahun di pelabuhan strategis kepada Beijing karena ketidakmampuannya untuk membayar kembali pinjaman Tiongkok untuk proyek senilai USD 1,4 miliar.

Pelabuhan di Hambantota mengangkangi rute pelayaran timur-barat tersibuk di dunia dan juga memberikan pijakan strategis ke Tiongkok di wilayah yang sudah lama didominasi oleh India. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional, yang menjamin Sri Lanka pada Juni 2016 dengan pinjaman USD 1,5 miliar telah memperingatkan Kolombo karena utangnya yang besar.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up