JawaPos Radar | Iklan Jitu

DPR AS Desak Myanmar Bebaskan Dua Wartawan Reuters

14 Desember 2018, 16:58:34 WIB
Wartawan Reuters Ditahan, Wartawan Reuters Myanmar
Ratusan aktivis dan jurnalis melakukan aksi demo. Demo yang dilakukan oleh para pemuda tersebut menuntut pembebasan dua orang reporter Reuters yang dipenjara dengan ancaman tujuh tahun penjara dengan tuduhan mengancam hak publik, Minggu (16/09). (Voa News)
Share this

JawaPos.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) menyerukan pemerintah Myanmar untuk membebaskan wartawan Reuters, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo. Mereka dipenjara satu bulan lalu karena dianggap menyebarkan rahasia negara mengenai pembantaian Rohingya.

Anggota DPR AS menyerukan pembebasan Wa Lone, 32, dan Kyaw Soe Oo, 28, yang dinyatakan bersalah pada September karena melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi Myanmar dan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Kasus ini telah menimbulkan pertanyaan di antara sejumlah pemimpin politik Amerika Serikat dan Eropa. Termasuk pendukung hak asasi manusia dan PBB tentang kemajuan demokrasi Myanmar.

Seruan pembebasan itu memang tidak mengikat, tetapi hal ini dimaksudkan sebagai pesan kuat kepada pemerintah Myanmar juga Presiden AS Donald Trump bahwa anggota Kongres AS ingin kedua wartawan itu dibebaskan.

DPR AS juga menyebut bahwa kampanye militer Myanmar terhadap minoritas muslim Rohingya merupakan genosida. Dalam laporan yang dikeluarkan 27 Agustus, para penyelidik AS mengatakan militer Myanmar melakukan pembunuhan masal dan pemerkosaan terhadap Rohingya.

Sementara Kedutaan Myanmar di Washington belum mau menanggapi suara DPR AS tersebut. Hanya saja sebelumnya, militer di Myanmar membantah tuduhan bahwa mereka telah melakukan genosida terhadap Rohingya dan mengatakan tindakannya adalah bagian dari perang melawan terorisme.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini