
Jamal Khashoggi
JawaPos.com - Belum usai kabar mata uang lira yang anjlok terhadap dolar Amerika Serikat sejak Agustus silam, Turki kembali jadi sorotan dunia. Itu setelah Jamal Khashoggi dinyatakan hilang sejak 2 Oktober 2018.
Wartawan dan penulis kesohor asal Arab Saudi itu ditengarai dibunuh saat berkunjung ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.
Dengan tujuan untuk melengkapi dokumen-dokumen pernikahan bersama tunangannya, Hatice Cengiz. Sebelum masuk ke konsulat, Khashoggi sudah berpesan kepada Hatice, jika terjadi apa-apa terhadap dirinya, tunangannya itu diminta langsung menghubungi Yasin Aktay (sosiolog dan penasihat partai penguasa, AKP) serta Asosiasi Media Arab-Turki.
Sebelum menyebar rekaman CCTV yang menangkap detik-detik masuknya Khashoggi ke konsulat, sikap Turki dalam kasus ini sudah jelas. Bahwa investigasi yang komprehensif harus dilakukan.
Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mempertegas bahwa menurut data yang mereka punya, Khashoggi masih berada di dalam konsulat. Artinya, narasi yang terbangun dan bisa dikenali secara umum menunjukkan bahwa Khashoggi hilang sejak masuk ke konsulat.
Melihat sikap awal yang ditunjukkan Turki, tersurat jelas sebuah pesan yang intinya otoritas internal konsulat dan pemerintah Arab Saudi harus bertanggung jawab. Itu sejalan dengan tekanan publik internasional yang menuding Arab Saudi bermain di balik kasus tersebut.
Telunjuk secara khusus mengarah kepada Muhammad bin Salman (MBS), sang putra mahkota yang mulai dilirik dunia internasional karena gebrakan reformasi Islam moderat yang diusungnya. Tetapi, di waktu bersamaan, sikap kejam terhadap para pengkritiknya (dikabarkan sudah menggantung 48 orang dalam empat bulan hingga April 2018) pun semakin terbuka ke publik.
Khashoggi adalah tokoh yang sangat vokal mengkritik sang putra mahkota. Amerika, Inggris, Prancis, dan Jerman adalah negara-negara yang secara terbuka menekan Arab Saudi untuk memberikan laporan terbuka kepada publik.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal dekat dengan rezim yang berkuasa di Riyadh juga berjanji memberikan hukuman berat. Itu jika Khashoggi terbukti dibunuh komplotan dan utusan Arab Saudi.
Menghadapi tekanan seperti itu, MBS tidak tinggal diam. Senjata andalan yang dia pakai adalah mengancam akan menaikkan harga minyak terhadap konsumen utama mereka: Amerika.
Sampai sekarang Arab Saudi tetap kukuh dengan pendiriannya bahwa pihaknya tidak mempunyai sangkut paut di balik lenyapnya Khashoggi. Sementara itu, Turki, sebagai negara tempat peristiwa tersebut terjadi, sudah jelas tidak ingin terkena getah yang dilempar otoritas Arab Saudi.
Sampai di sini, kasus hilangnya Khashoggi menjadi pertaruhan, baik bagi Turki maupun Arab Saudi. Tapi, tekanan Turki itu, jika ditelisik lebih mendalam, menghadirkan ambigu.
Di satu sisi, Turki pernah menawarkan diri untuk berkolaborasi dalam proses investigasi dengan polisi Arab Saudi. Tapi, di sisi lain, dengan tetap berdasar kepada fakta bahwa Khashoggi hilang di dalam gedung konsulat, Turki seolah memegang kartu truf yang kapan saja bisa dimainkan. Dengan tujuan untuk menunjukkan kapasitas mereka di panggung internasional. Khususnya kepada otoritas pemerintah Arab Saudi.
Ada suara minor menengarai bahwa tawaran Turki untuk berkolaborasi dalam investigasi adalah sebentuk kompromi. Tetapi, bagi saya, langkah Turki sangat cerdik demi melacak jejak-jejak kasus secara lebih mendalam.
Jika itu terjadi, otoritas Turki semakin bebas melancarkan manuver. Yang tujuan utamanya adalah mengamankan kepentingan nasional mereka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022