
Byson Kaula hampir dieksekusi mati tiga kali, tetapi pada setiap kesempatan algojo selalu gagal menggantung semua tahanan yang ada dalam daftar, termasuk Byson
JawaPos.com - Byson Kaula hampir dieksekusi mati tiga kali, tetapi pada setiap kesempatan algojo selalu gagal menggantung semua tahanan yang ada dalam daftar, termasuk Byson. Jadi dia selamat. Bahkan, sampai negara itu berhenti menjalankan hukuman mati.
Dilansir dari BBC pada Kamis (21/2), Byson menceritakan, pada tahun 1992 pembunuhan dijatuhi hukuman mati. Ia dibesarkan di sebuah desa kecil di Malawi Selatan. Saat itu Byson telah menghasilkan cukup uang karena bekerja di industri gas di Johannesburg, Afrika Selatan. Ia bisa pulang dan membeli tanah.
Bahkan Byson mempekerjakan lima orang untuk membantunya menanam buah, gandum, jagung, dan singkong. "Saat itulah masa sedih saya mulai," kata Byson.
Menurut Byson, tetangganya yang iri menyerang salah satu karyawannya. Membuat sang karyawan terluka parah. Bahkan pria itu tidak bisa berjalan tanpa bantuan.
Saat Byson membantu karyawannya yang terluka parah ke toilet, Byson jatuh dan tidak sengaja ikut menjatuhkannya. Akhirnya karyawannya meninggal dunia. Kala itu Byson berusia 40-an dan ia didakwa melakukan pembunuhan akibat insiden itu.
Ibu Byson, Lucy mengatakan, ketika Byson dijatuhi hukuman mati, dia sangat sedih. "Air mata mengalir dari mata saya hingga ke dada saya," katanya.
Byson dengan jelas mengingat kengerian menunggu gilirannya menjemput ajal lewat mesin pembunuh. "Ketika saya diberitahu giliran dihukum gantung saya merasa seolah-olah saya sudah mati," paparnya.
Pada saat itu, hanya ada satu algojo dari Afrika Selatan. Ia sering melakukan perjalanan antar beberapa negara di wilayah itu untuk melakukan hukuman gantung. Ia tiba di Malawi sekali setiap dua bulan.
Suatu hari Byson diberitahu bahwa namanya ada dalam daftar 21 orang untuk digantung dalam beberapa jam. Seorang penjaga mengatakan kepadanya bahwa eksekusi akan dimulai pada pukul 13.00 dan ia harus mulai berdoa. Mereka melanjutkan hukuman mati itu sampai pukul 15.00.
Namun rupanya algojo sudah berhenti bekerja meskipun dia belum mencapai akhir daftar. Tiga orang, termasuk Byson, harus menunggu sampai si algojo kembali lagi ke Malawi.
"Dia adalah satu-satunya yang mengoperasikan mesin itu. Dan pada hari itu, saya mengerti dia berkata, ini terlalu banyak, saya akan datang lagi bulan depan. Ia sepertinya lelah," kata Byson.
Hal yang sama terjadi dua kali lagi. Daftar tahanan yang dihukum mati disusun lagi. Namun Sang Algojo tidak menyelesaikannya. Semua terjadi secara kebetulan, Byson termasuk di antara yang masih hidup pada akhir hari hukuman. Dan pada kesempatan ketiga, semua tahanan dalam daftar dieksekusi kecuali dia.
Setelah masa totaliter berakhir dan muncul demokrasi multi partai di Malawi pada tahun 1994, semua hukuman mati dihentikan. Tak ada presiden yang menandatangani surat kematian selama 25 tahun. Tahanan hukuman mati hanya mendekam di penjara selama bertahun-tahun atau dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Belakangan, Byson dipindahkan dari hukuman mati ke bagian utama Penjara Pusat Zomba, dan sepertinya dia akan menghabiskan sisa hidupnya di sana. Dia kemudian sibuk mengikuti program pendidikan penjara, baik belajar maupun mengajar. Tetapi dia tidak memiliki harapan untuk dibebaskan.
Kemudian, pada 2007, kira-kira seperempat abad setelah Byson dipenjara, sebuah kasus bersejarah mengubah segalanya. Seorang pengguna narkoba mengaku membunuh anak tirinya karena ia menjadi gila untuk sementara waktu. Ia menentang hukuman mati bagi kasus pembunuhan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
