
ILUSTRASI. Pencegahan Coronavirus di Korea Utara, ada kekhawatiran mendalam bahwa sistem layanan kesehatan kurang memadai. (EPA)
JawaPos.com - Negara Korea Utara ikut berperang melawan virus korona jenis baru dari Wuhan, Tiongkok, atau yang kini dikenal dengan covid-19. Meskipun para pemimpin Korea Utara belum melaporkan kasus Coronavirus, beberapa media di Korea Selatan sebetulnya virus itu sudah menyebar di negara pimpinan Kim Jong Un itu. Bahkan para ahli khawatir bahwa negara yang terisolir itu rentan dengan COVID-19 karena alat kesehatan yang tak memadai.
"Tidak ada cukup stok obat untuk negara ini (Korea Utara). Saya benar-benar khawatir mereka menghadapi wabah," kata Mantan Manajer Proyek dan Konsultan di Organisasi Kesehatan Dunia dan kantor UNICEF di ibukota Korea Utara, Pyongyang, Nagi Shafik, kepada Insider, Minggu (16/2).
"Jika itu terjadi akan berbahaya bagi Korea Utara. Itu bisa kemana-mana (penularannya)," kata Shafik.
Korea Utara bahkan semakin mengisolasi dirinya di tengah wabah. Korea Utara adalah salah satu negara pertama yang memblokir turis asing memasuki perbatasannya sebagai tanggapan terhadap wabah Coronavirus.
Shafik, yang bekerja atas nama WHO di Pyongyang hingga 2009, mengatakan negara itu memiliki banyak perawat dan dokter terlatih. Tapi, beberapa di antaranya dikirim ke negara lain untuk dilatih. Menurut Shafik, walaupun negara ini memiliki infrastruktur kesehatan untuk menangani krisis, Korea Utara tetap kekurangan pasokan medis untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati virus korona.
Dia mengatakan negara itu mungkin tidak memiliki cukup masker dan pakaian pelindung untuk melindungi warganya. Bahkan tidak akan memiliki peralatan laboratorium, termasuk bahan kimia dan reagen, untuk menguji virus.
Menurut Shafik, Korea Utara harus fokus untuk mendapatkan alat pelindung terlebih dahulu. Negara itu juga akan membutuhkan antibiotik untuk mengobati gejala virus.
"Saya ragu mereka memiliki antibiotik untuk mengobati kasus-kasus sekunder. Meskipun Korea Utara memiliki pabrik-pabrik untuk memproduksi obat-obatan dan vaksin yang diperlukan, sanksi internasional telah menghambat kemajuan medis di negara itu. Mereka tidak dapat menghasilkan obat yang mereka butuhkan karena sanksi," kata Shafik kepada Insider.
Shafik mencatat, bagaimanapun ia percaya para pemimpin Korea Utara akan meminta bantuan kepada negara lain jika situasinya menjadi mengkhawatirkan. Karena mereka pernah punya pengalaman juga sebelumnya dengan wabah SARS.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un baru-baru ini membatalkan parade tahunan militer terbesar tanpa penjelasan. Hal itu menimbulkan kecurigaan bahwa ada infeksi virus Korona di negara itu. Namun, para ahli mengatakan bisa jadi itu merupakan tindakan pencegahan.
"Korea Utara dalam isolasi. Negara ini dalam penguncian. Dan itu menyiratkan sesuatu," kata seorang warga dan ahli di Stimson Center, Michael Madden.
Madden mengatakan Kim sudah meningkatkan prioritas kesehatan masyarakat tapi mungkin tidak cukup untuk memerangi virus Korona. Setidaknya dua media Korea Selatan yang mengklaim memiliki sumber di dalam Korea Utara melaporkan kemungkinan kasus Coronavirus sudah menyebar.
Chosun Ilbo, salah satu surat kabar terbesar di Korea Selatan, melaporkan bahwa setidaknya ada 2 kasus yang diduga sebagai penyakit di kota Sinuiju, yang berbatasan dengan Tiongkok. Harian Korea Utara yang berbasis di Korea Selatan melaporkan bahwa sebanyak lima orang telah meninggal karena virus corona baru di kota yang sama. Selain itu, kasus Coronavirus telah dikonfirmasi di Jepang dan Korea Selatan.
Namun, para pemimpin Korea Utara belum melaporkan adanya kasus virus Korona secara resmi. Jika Coronavirus menyebar di perbatasan Korea Utara, para ahli mengatakan, sistem perawatan kesehatan di sana kemungkinan besar tidak akan lengkap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Catatan Buruk Los Che Bisa Berlanjut di El Sardinero
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan
Prediksi Skor Troyes vs Marseille: Les Phoceens Bidik Pesta Gol, Misi Keluar dari Zona Degradasi!
Prediksi Skor Real Betis vs Osasuna: Rekor Pertemuan Berpihak kepada Los Verdiblancos
Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo La Coruna: Tuan Rumah Bidik Kemenangan di La Liga
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Freiburg vs Schalke 04 di Bundesliga: Tim Tamu Punya Misi Memutus Tren Buruk

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022