
Warga Negara Asing (WNA) mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (24/8/2021). Sebanyak 300 WNA menjalani vaksinasi dosis pertama yang difasilitasi oleh Pemprov DKI Jakarta. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Keberadaan varian Omicron mendorong vaksin booster atau penguat dosis ketiga semakin diperlukan. Para ahli mendesak suntikan booster Covid-19 segera diberikan untuk meningkatkan kadar antibodi dan memperkuat pertahanan tubuh terhadap infeksi. Akan tetapi, mereka masih bertanya-tanya tentang siapa yang paling membutuhkannya.
"Hanya vaksin yang dapat memberikan kekebalan jangka panjang terhadap infeksi virus. Namun, membuat vaksin hidup melawan Sars-CoV-2 sangat menantang dan akan memakan waktu bertahun-tahun lagi," kata Ahli Kesehatan Profesor Ooi Eng Eong dari Duke-NUS Medical School.
Oleh karena itu, menurutnya perlu suntikan booster untuk meningkatkan kekebalan. Tetapi, Prof Ooi mencatat bahwa kelompok yang perlu mendapat suntikan booster harus dipertimbangkan dengan cermat.
"Saat ini, pendapat saya adalah bahwa kita harus secara aktif membuat orang lebih tua dan mereka yang mengalami gangguan kekebalan harus diberi penguat, ditingkatkan sepenuhnya. Orang dewasa muda yang tinggal atau merawat orang dewasa yang lebih tua juga harus didorong untuk mengurangi kemungkinan infeksi dan penularan ke mereka yang rentan," katanya seperti Straits Times.
Selain itu, masih belum jelas apakah suntikan booster memiliki risiko yang sama dengan vaksin normal soal efek sampingnya misalnya miokarditis atau peradangan otot jantung. Namun, beberapa ahli berpendapat bahwa booster mungkin menawarkan pertahanan terbaik melawan varian baru.
Dosis ekstra dapat memperlambat penyebarannya, atau setidaknya memberi waktu bagi pembuat vaksin untuk mengembangkan formulasi khusus Omicron, jika diperlukan. Sejumlah dokter di sejumlah negara juga sudah memutuskan untuk memberikan booster, seperti laporan The New York Times.
Di Singapura, mereka yang memenuhi syarat untuk menerima suntikan penguat Covid-19, sekarang bisa mendapatkannya 5 bulan setelah menyelesaikan dua dosis utama. Kelompok usia yang memenuhi syarat juga telah diperluas untuk mencakup orang dewasa di atas usia 30 tahun, kecuali untuk petugas kesehatan, pekerja garis depan atau mereka yang termasuk dalam pengaturan institusional, yang berisiko tinggi terinfeksi. Disarankan agar anggota kelompok ini menerima suntikan booster jika mereka berusia 18 tahun ke atas.
Komite Ahli Singapura untuk Vaksinasi Covid-19 telah menilai bahwa manfaat booster lebih besar daripada risiko untuk kelompok yang direkomendasikan. Sebagian besar efek samping ringan atau sedang, dan biasanya mereda dalam beberapa hari. Ada risiko kecil dari efek samping yang serius, tetapi negara-negara yang telah memberikan dosis booster belum melaporkan masalah keamanan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
