Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 13.49 WIB

Ambil Pistol dari Mobil Ibunya, Atlet Berusia 11 Tahun di Florida Tega Menembak Rekan Setimnya

Ilustrasi penembakan. Ardika/Antara - Image

Ilustrasi penembakan. Ardika/Antara

JawaPos.com - Rekaman cctv secara mengejutkan menangkap momen ketika seorang anak berusia sebelas tahun mengambil pistol dari kendaraan ibunya, dan menembaki rekan-rekan setimnya setelah mereka dilaporkan mengambil tas berisi keripik.

Video yang dirilis oleh polisi pada Selasa malam (3/10), tampaknya menunjukkan pelaku penembakan dikejar oleh salah satu rekan setimnya setelah latihan sepak bola remaja di sebuah taman di Apopka, Florida, pada hari yang sama.

Pelaku penembakan yang merupakan seorang anak laki-laki itu, kemudian berlari ke sebuah kendaraan di tempat parkir dan mengambil pistol dari kursi penumpang. Kepala Polisi Apopka, Mike McKinley, mengatakan bahwa senjata api tersebut tidak disimpan dengan aman di dalam kendaraan.

Pelaku kemudian berjalan ke trotoar dan melepaskan satu tembakan ke arah anak laki-laki lain, yang sedang berjalan menjauh sambil membelakanginya. Beberapa saat kemudian, seorang wanita yang diyakini sebagai ibunya terlihat merebut senjata api dari genggaman anak tersebut.

Sebelum sang ibu memegangi kedua tangan pelaku di belakang punggungnya, dan terlihat menegurnya di depan kendaraan mereka ketika orang lain mencoba melarikan diri.

Dikutip dari New York Post, tembakan tunggal tersebut mengenai seorang anak berusia 13 tahun di bagian torso, sementara seorang anak lainnya terkena di bagian lengan.

"Anak saya tertembak dan mengenai punggungnya," kata seorang wanita yang panik kepada petugas operator dalam panggilan darurat 911 yang dirilis oleh polisi Apopka pada Selasa malam, dan mengatakan bahwa penembakan itu terjadi lima hingga sepuluh menit sebelumnya.

Salah satu korban telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setempat pada Senin malam, sementara korban lainnya dalam kondisi stabil. Polisi berkata jika mereka berdua diperkirakan akan selamat.

Dikutip dari WESH, polisi mengatakan bahwa pertengkaran dimulai ketika kedua korban menampar sekantong keripik, dari tangan anak laki-laki yang lebih muda.

Anak berusia 11 tahun itu telah ditangkap dan didakwa dengan satu tuduhan percobaan pembunuhan tingkat dua.

"Sebagai masyarakat, kita perlu merefleksikan hal ini, kita melihat hal ini setiap saat. Ini memalukan. Tidak ada yang ingin menangkap anak berusia 11 tahun dengan cara apapun, tetapi berdasarkan penyelidikan, kami merasa tuduhan itu beralasan," ujar McKinley dalam sebuah konferensi pers hari Selasa.

Namun, polisi hanya mendapatkan satu dakwaan yaitu, percobaan pembunuhan terhadap anak pra-remaja karena polisi merasa tidak perlu menumpuk dakwaan berlapis pada anak berusia 11 tahun yang tidak memiliki riwayat kriminal.

Sang ibu juga dapat menghadapi tuntutan karena meninggalkan pistol tanpa pengaman, kata kepala polisi tersebut. McKinley menggambarkan anak laki-laki itu sangat pendiam dan pemalu, serta terlihat sangat muram setelah penembakan terjadi.

Penduduk setempat mengatakan bahwa penembakan pada Selasa malam tersebut, menunjukkan adanya masalah yang lebih besar di komunitas Apopka sekitar 20 mil dari Orlando.

"Selama sebulan terakhir, semua kekerasan yang terjadi di daerah kami adalah kekerasan terhadap remaja," kata Uskup Kelvin Cobaris yang dulunya melayani Apopka Pop Warner sebagai pendeta kelompok tersebut, kepada WESH.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore