
Seorang bayi mendapatkan vaksinasi Rotavirus di RS Fort Portal di Uganda pada November 2021. (Sumber: UNICEF/Wamala)
JawaPos.com - Keberadaan vaksin untuk mencegah infeksi rotavirus yang mematikan pada anak-anak hampir habis persediaannya di Kenya, Tanzania, Senegal, dan Kamerun, kata para pejabat dilansir dari Reuters, setelah gangguan yang dialami GSK selaku produsen obat itu.
Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa hingga 200.000 anak meninggal setiap tahunnya karena infeksi yang sangat menular ini, yang merupakan penyebab utama gastroenteritis parah dan dehidrasi pada anak-anak di bawah usia lima tahun secara global.
GSK mengonfirmasi bahwa terdapat kekurangan sekitar 4 juta dosis vaksin Rotarix tahun ini, turun menjadi 42 juta dari perkiraan semula sekitar 46 juta.
Produsen obat Inggris tersebut telah mengurangi pengiriman yang disepakati sebesar 10 juta per tahun untuk periode 2022-2028, kata Gavi atau Aliansi Vaksin.
GSK mengakui penurunan pasokan dan mengatakan pihaknya sedang menyusun rencana untuk mengatasi defisit tersebut.
"GSK berkomunikasi dengan Gavi awal tahun ini mengenai tantangan manufaktur yang menyebabkan penurunan produksi Rotarix dalam jangka pendek yang tidak direncanakan pada 2022, yang mana rencana mitigasi prioritasnya sudah sepenuhnya siap," kata juru bicara GSK dilansir dari Reuters.
GSK tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai masalah manufaktur atau rencana apa yang sedang dijalankan.
Gavi mengatakan selain berkurangnya pasokan Rotarix pada 2022, juga akan terjadi penundaan pengiriman vaksin.
UNICEF bekerja sama dengan Gavi untuk membantu memasok vaksin rotavirus ke negara-negara miskin, bersama dengan pemerintah nasional.
Kedua organisasi tersebut mengatakan mereka berupaya untuk mengganti vaksin yang dibuat oleh produsen lain, atau dari negara-negara yang memiliki dosis cadangan.
Rotarix diberikan dalam dua dosis oral untuk bayi mulai usia enam minggu.
Dosis kedua harus diberikan setidaknya empat minggu setelah dosis pertama, dan paling lambat 24 minggu, sehingga menambah tekanan waktu pada inokulasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022