PERLAWANAN SENGIT: Asap menutupi langit Gaza Utara saat para pejuang Hamas berusaha menghadang laju militer Israel kemarin.
JawaPos.com - Pasukan Israel kembali lakukan serangan bertubi-tubi, sebelum jeda kemanusiaan yang telah disepakati oleh Israel dan Hamas dimulai.
Jeda kemanusiaan, merupakan salah satu poin gencatan senjata yang telah disepakati kedua belah pihak yakni Israel dan Hamas (Palestina) beberapa waktu lalu.
Namun, bukannya mengendorkan serangan, pihak Israel justru menyerang warga Palestina secara membabi buta sebelum jeda kemanusiaan itu berlangsung yakni mulai Jumat (24/11).
Dikutip JawaPos.com dari Antara, sejak Rabu malam, Israel meningkatkan serangannya di berbagai Jalur Gaza.
Salah satunya, daerah di sekitar Sekolah Khalifa di Beit Lahia di Gaza utara, yang merupakan rumah bagi lebih dari 8.000 pengungsi.
Penembakan artileri juga terjadi di Al-Fukhari di timur Khan Younis, tepatnya di selatan Jalur Gaza. Beberapa serangan udara lainnya menghantam sebuah rumah di Rafah.
Selain itu, pesawat-pesawat tempur Israel juga menyerang Kota Gaza di wilayah sekitar Sheikh Ridwan dan Shejaiya.
Tak cukup sampai disitu, pada hari Kamis nya, tepat satu hari menjelang jeda kemanusiaan, tentara Israel memperingatkan kemungkinan akan ada perubahan dalam perjanjian jeda kemanusiaan dengan Hamas di Jalur Gaza.
"Ini akan menjadi hari-hari yang kompleks. Tidak ada yang final sampai itu (jeda) benar-benar terjadi. Dan bahkan di tengah proses tersebut, mungkin ada perubahan kapan saja,” kata juru bicara militer Israel Daniel Hagari pada konferensi pers yang dikutip JawaPos.com dari Antara.
Tidak hanya itu, bahkan beberapa jam sebelum jeda kemanusiaan akan dimulai pada Jumat pagi, tentara Israel masih terus menggencarkan serangannya.
Kali ini pasukan Israel mengarahkan peledaknya pada generator-generator listrik Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Jalur Gaza utara.
Juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra mengakatan bahwa penembakan hebat itu menyasar generator dan beberapa bangunan rumah sakit.
Selain itu, nyawa 200 pasien dan staf medis terancam dalam serangan itu, termasuk diantaranya tiga relawan RS Indonesia yang kemudian akan di evakuasi ke Mesir.
Proses evakuasi akibat serangan itu mungkin akan menghabiskan waktu jeda kemanusiaan Palestina yang telah disepakati, hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022