
Elegan, menyiksa, dan penuh sejarah, jejak mode Prancis yang tak lekang waktu. (brandsreviewmagazine.com)
JawaPos.com - Prancis dikenal sebagai pusat mode dunia, namun perjalanan panjangnya tak selalu seindah gaun-gaun di runway Paris. Sejak abad ke-17, mode Prancis telah menjadi simbol status sosial, kekuasaan, dan kadang penindasan. Salah satu contohnya adalah korset, pakaian dalam yang dulu wajib dikenakan perempuan bangsawan demi membentuk tubuh ideal, meski menyiksa dan membatasi gerak.
Korset bukan sekadar tren, tapi alat kontrol sosial. Di era Marie Antoinette, perempuan aristokrat dituntut tampil sempurna di hadapan publik. “Korset digunakan untuk menunjukkan disiplin tubuh dan kepatuhan terhadap norma sosial,” tulis Brands Review Magazine dalam artikelnya tentang evolusi mode Prancis. Meski tampak elegan, korset sering menyebabkan gangguan pernapasan dan deformasi tulang rusuk.
Memasuki abad ke-19, mode Prancis mulai berevolusi. Gaun-gaun menjadi lebih bervolume, dan aksesori seperti topi serta sarung tangan menjadi penanda kelas sosial. Namun, tekanan terhadap tubuh perempuan tetap ada. Mode saat itu masih menuntut siluet yang tidak realistis, dan perempuan harus menyesuaikan diri dengan standar kecantikan yang ditentukan oleh istana dan elite Paris.
Baru pada awal abad ke-20, perubahan besar terjadi. Desainer seperti Paul Poiret mulai menolak korset dan menciptakan busana yang lebih bebas. Ia percaya bahwa “perempuan harus bisa bernapas dan bergerak,” seperti dikutip dalam Tag Vault. Langkah ini membuka jalan bagi lahirnya haute couture, mode eksklusif yang dirancang khusus dan dijahit tangan. Haute couture bukan sekadar pakaian mahal. Ia adalah seni.
Paris sendiri telah menjadi rumah bagi rumah mode legendaris seperti Chanel, Dior, dan Givenchy. Christian Dior, misalnya, memperkenalkan “New Look” pada tahun 1947 yang menekankan siluet feminin dengan pinggang ramping dan rok lebar. “Gaya ini mengembalikan keanggunan setelah masa perang,” tulis Tag Vault.
Mode Prancis juga menjadi cermin perubahan sosial. Dari simbol penindasan, ia berubah menjadi alat ekspresi diri. Perempuan tak lagi hanya mengenakan pakaian untuk menyenangkan orang lain, tapi untuk menunjukkan identitas dan kekuatan mereka. Haute couture menjadi ruang bagi kreativitas dan kebebasan.
Kini, Paris tetap menjadi kiblat mode dunia. Pekan mode Paris (Paris Fashion Week) menjadi ajang bergengsi yang menampilkan karya desainer dari seluruh dunia. Di sinilah tradisi bertemu inovasi, gaun-gaun rumit berdampingan dengan desain futuristik yang menantang norma.
Meski mode Prancis telah berubah drastis, jejak sejarahnya tetap terasa. Dari korset yang menyiksa hingga gaun haute couture yang membebaskan, perjalanan ini menunjukkan bagaimana mode bisa mencerminkan dinamika sosial dan budaya suatu bangsa.
Seperti yang ditulis oleh Brands Review Magazine, “Mode Prancis bukan hanya tentang pakaian, tapi tentang bagaimana masyarakat melihat tubuh, kekuasaan, dan kebebasan”. Kutipan ini merangkum esensi dari evolusi mode Prancis yang tak hanya indah, tapi juga penuh makna.
Kisah mode Prancis adalah kisah tentang transformasi, seperti tekanan menjadi ekspresi, dari tradisi menjadi inovasi. Dan di balik setiap jahitan, ada cerita tentang perempuan, kekuasaan, dan perubahan zaman. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022