
Citra satelit menunjukkan kerusakan dan indikasi kekerasan masif di sekitar El Fasher. (Financial Post)
JawaPos.com — Konflik bersenjata di Sudan kembali memanas dan menjadi sorotan dunia setelah Pasukan Dukungan Cepat atau Rapid Support Forces (RSF) berhasil merebut kota El Fasher di wilayah Darfur dari tangan militer Sudan.
Perebutan kota ini merupakan puncak dari perang saudara yang pecah sejak April 2023 akibat perebutan kekuasaan antara RSF dan militer, yang telah menewaskan ribuan warga sipil, memicu pengungsian massal, serta mengancam stabilitas nasional.
Kejatuhan El Fasher setelah 18 bulan pengepungan menandai titik balik penting dalam konflik ini dan memunculkan kekhawatiran bahwa Sudan bisa menuju perpecahan wilayah, sekaligus memperburuk krisis kemanusiaan di Darfur yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Dalam pernyataannya, RSF mengklaim telah “menguasai penuh kota El Fasher dari cengkeraman tentara dan milisi.” Kepala Staf Angkatan Darat Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, membenarkan bahwa pasukannya telah mundur ke lokasi yang lebih aman. Dengan jatuhnya El Fasher, RSF kini menguasai seluruh kota besar di Darfu, mendorong kekhawatiran bahwa Sudan bisa menuju perpecahan.
Tuduhan Genosida dan Kekerasan Etnis di El Fasher
Dilansir dari The Guardian, Senin (3/11/2025), kemenangan RSF disertai laporan kejahatan kemanusiaan terhadap warga sipil. Kelompok paramiliter itu dituduh mengeksekusi ratusan penduduk tak bersenjata dalam serangan bermotif etnis, serta menculik warga untuk kemudian menuntut uang tebusan.
Yale University’s Humanitarian Research Lab menyebut tingkat kekerasan di El Fasher “setara dengan 24 jam pertama genosida Rwanda.” Laporan itu menggambarkan pembunuhan sistematis terhadap kelompok etnis non-Arab, seperti Fur, Zaghawa, dan Berti, melalui pemindahan paksa dan eksekusi singkat.
Bukti Kekejaman: Video, Kesaksian, dan Citra Satelit
Tidak ada jurnalis internasional yang dapat meliput langsung di El Fasher karena komunikasi di kota itu telah terputus. Sebagian besar informasi muncul dari video yang diunggah di media sosial, banyak di antaranya direkam oleh anggota RSF sendiri, dan kemudian diverifikasi oleh jurnalis serta analis HAM.
Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), rekaman tersebut memperlihatkan “puluhan pria tak bersenjata ditembak mati atau tergeletak dikelilingi pejuang RSF.” Sementara itu, citra satelit yang dianalisis tim Yale menunjukkan “kluster besar menyerupai jasad manusia dewasa dan perubahan warna tanah yang menunjukkan kekerasan berskala luas.”
Akar Konflik: Dari Milisi Janjaweed hingga Perang Saudara
RSF berakar dari milisi Janjaweed yang dibentuk pada 2013 oleh mantan presiden Omar al-Bashir untuk menumpas pemberontakan di Darfur. Operasi itu berujung pada genosida yang menewaskan sekitar 300.000 orang.
Konflik bersenjata kemudian pecah pada April 2023 setelah perebutan kekuasaan antara militer dan RSF. Sejak saat itu, kedua pihak dituduh melakukan pelanggaran HAM berat.
Pada 2024, kelaparan melanda kamp pengungsi Zamzam di selatan El Fasher, dan pada April 2025, RSF diduga membunuh hingga 2.000 orang saat merebut kamp yang menampung setengah juta pengungsi tersebut.
Dugaan Campur Tangan Uni Emirat Arab dan Kritik Dunia Internasional

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
